Waspada Dampak El Nino, Tujuh Penyakit Ini Berpotensi Meningkat
Fenomena El Nino kembali menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di berbagai wilayah, termasuk Indonesia. El Nino umumnya menyebabkan curah hujan menurun sehingga musim kemarau berlangsung lebih panjang dan suhu udara terasa lebih panas dari biasanya.
Selain berdampak pada sektor pertanian, ketersediaan air, dan lingkungan, El Nino juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Cuaca panas yang berkepanjangan, kualitas udara yang menurun, serta keterbatasan air bersih dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami risiko kesehatan yang dapat muncul selama periode El Nino agar dapat melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Apa Itu El Nino?
El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di wilayah Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang memengaruhi pola cuaca global.
Di Indonesia, El Nino sering dikaitkan dengan musim kemarau yang lebih panjang, suhu udara yang lebih tinggi, serta berkurangnya curah hujan. Kondisi ini dapat memicu kekeringan, kebakaran hutan, hingga berbagai gangguan kesehatan.
Berikut tujuh penyakit yang perlu diwaspadai selama fenomena El Nino berlangsung.
1. Dehidrasi
Dehidrasi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering terjadi saat cuaca panas ekstrem.
Tubuh kehilangan cairan lebih banyak melalui keringat, terutama ketika seseorang beraktivitas di luar ruangan. Jika cairan yang hilang tidak segera diganti, tubuh dapat mengalami dehidrasi.
Gejalanya meliputi:
- Haus berlebihan
- Mulut kering
- Pusing
- Lemas
- Urine berwarna lebih pekat
- Sulit berkonsentrasi
Pada kondisi yang berat, dehidrasi dapat memerlukan penanganan medis segera.
2. Heat Exhaustion atau Kelelahan Akibat Panas
Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan tubuh kesulitan mengatur suhu internalnya.
Kondisi ini dikenal sebagai heat exhaustion atau kelelahan akibat panas.
Beberapa gejalanya antara lain:
- Tubuh terasa sangat lelah
- Keringat berlebihan
- Mual
- Sakit kepala
- Pusing
- Otot terasa lemah
Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat berkembang menjadi heat stroke yang lebih berbahaya.
3. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Musim kemarau yang panjang sering kali meningkatkan jumlah debu di udara. Selain itu, kebakaran lahan dan hutan yang kerap terjadi saat El Nino dapat memperburuk kualitas udara.
Paparan debu dan asap dapat mengiritasi saluran pernapasan dan meningkatkan risiko ISPA.
Gejala yang sering muncul meliputi:
- Batuk
- Pilek
- Sakit tenggorokan
- Sesak napas
- Demam
Anak-anak dan lansia termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami gangguan ini.
4. Asma dan Penyakit Paru Memburuk
Bagi penderita asma atau penyakit paru kronis, kualitas udara yang buruk dapat memperparah gejala yang sudah ada.
Debu, asap, dan partikel polutan lebih mudah terhirup saat udara kering sehingga memicu kambuhnya gangguan pernapasan.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Napas berbunyi mengi
- Sesak napas
- Batuk berkepanjangan
- Dada terasa berat
5. Diare
Kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air bersih dapat meningkatkan risiko penyakit diare.
Saat pasokan air terbatas, kebersihan makanan dan minuman sering kali tidak terjaga secara optimal. Akibatnya, bakteri dan virus penyebab gangguan pencernaan lebih mudah menyebar.
Gejala diare meliputi:
- Buang air besar cair berulang kali
- Mual
- Muntah
- Nyeri perut
- Tubuh lemas
Jika tidak ditangani, diare juga dapat menyebabkan dehidrasi.
6. Penyakit Kulit
Cuaca panas dan paparan sinar matahari yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kulit.
Beberapa keluhan yang sering muncul selama musim kemarau antara lain:
- Kulit kering
- Ruam panas
- Iritasi kulit
- Gatal-gatal
- Kulit terbakar matahari
Menjaga kebersihan tubuh dan menggunakan pelindung kulit dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
7. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Meski identik dengan musim hujan, kasus demam berdarah tetap dapat muncul saat El Nino.
Hal ini terjadi karena masyarakat sering menyimpan air dalam wadah terbuka untuk menghadapi kekurangan pasokan air. Jika tidak ditutup dengan baik, wadah tersebut dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Gejala DBD yang perlu diwaspadai meliputi:
- Demam tinggi mendadak
- Sakit kepala
- Nyeri otot dan sendi
- Mual
- Muncul bintik merah pada kulit
Cara Melindungi Diri Saat El Nino
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama El Nino, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
Minum Air yang Cukup
Pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi setiap hari, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Hindari Paparan Panas Berlebihan
Kurangi aktivitas di bawah sinar matahari langsung pada siang hari dan gunakan pakaian yang nyaman.
Gunakan Masker Saat Udara Berdebu
Masker dapat membantu melindungi saluran pernapasan dari debu dan partikel polutan.
Jaga Kebersihan Makanan dan Air Minum
Pastikan makanan dimasak dengan baik dan gunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Terapkan Gerakan 3M
Menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas dapat membantu mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.
Kesimpulan
Fenomena El Nino tidak hanya berdampak pada lingkungan dan perekonomian, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Dehidrasi, gangguan akibat panas, ISPA, penyakit kulit, diare, hingga demam berdarah merupakan beberapa penyakit yang perlu diwaspadai selama musim kemarau panjang.
Dengan menjaga pola hidup sehat, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, serta memperhatikan kebersihan lingkungan, masyarakat dapat mengurangi risiko terkena penyakit dan tetap sehat selama menghadapi dampak El Nino.