Gejala Stroke Tidak Selalu Wajah Mencong, Kejang Juga Perlu Diwaspadai
Ketika seseorang mengalami kejang secara mendadak, banyak orang langsung mengaitkannya dengan epilepsi. Padahal, kejang dapat dipicu oleh berbagai kondisi medis, termasuk gangguan serius pada otak seperti stroke. Meski tidak selalu menjadi tanda stroke, kejang yang muncul tiba-tiba tanpa riwayat sebelumnya patut mendapat perhatian khusus.
Stroke merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Akibatnya, sel-sel otak tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup dan mulai mengalami kerusakan dalam hitungan menit.
Lalu, apakah kejang bisa menjadi salah satu gejala stroke? Berikut penjelasannya.
Apa Hubungan Kejang dengan Stroke?
Kejang terjadi akibat aktivitas listrik abnormal di dalam otak. Ketika stroke menyebabkan kerusakan atau iritasi pada jaringan otak, aktivitas listrik otak dapat terganggu dan memicu kejang.
Pada beberapa kasus, kejang bahkan menjadi salah satu tanda pertama yang muncul saat seseorang mengalami stroke, terutama pada jenis stroke tertentu yang melibatkan area korteks otak.
Meski demikian, tidak semua penderita stroke mengalami kejang. Gejala stroke yang lebih umum biasanya berupa kelemahan pada satu sisi tubuh, gangguan bicara, atau wajah yang tampak mencong.
Jenis Stroke yang Lebih Berisiko Menyebabkan Kejang
1. Stroke Perdarahan
Stroke perdarahan terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah sehingga darah keluar dan menekan jaringan otak di sekitarnya.
Jenis stroke ini lebih sering dikaitkan dengan kejang karena darah yang keluar dapat mengiritasi jaringan otak dan memicu aktivitas listrik yang tidak normal.
2. Stroke Iskemik pada Area Tertentu
Stroke iskemik terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah. Jika penyumbatan terjadi pada bagian otak yang mengatur aktivitas listrik tertentu, risiko munculnya kejang juga dapat meningkat.
Gejala Stroke yang Dapat Menyertai Kejang
Apabila kejang terjadi akibat stroke, biasanya terdapat gejala lain yang muncul bersamaan atau sesudahnya, seperti:
Wajah Mencong
Salah satu sisi wajah tampak turun atau sulit digerakkan saat tersenyum.
Kelemahan pada Satu Sisi Tubuh
Lengan atau tungkai mendadak terasa lemah, sulit digerakkan, atau mati rasa.
Gangguan Bicara
Penderita mungkin sulit berbicara, bicara tidak jelas, atau kesulitan memahami ucapan orang lain.
Gangguan Penglihatan
Pandangan kabur, ganda, atau kehilangan penglihatan pada salah satu sisi dapat menjadi tanda stroke.
Sakit Kepala Hebat Mendadak
Terutama pada stroke perdarahan, sakit kepala yang sangat berat sering muncul secara tiba-tiba.
Penurunan Kesadaran
Beberapa penderita dapat mengalami kebingungan, mengantuk berat, hingga kehilangan kesadaran.
Kapan Kejang Harus Diwaspadai sebagai Tanda Stroke?
Kejang perlu mendapat perhatian serius apabila:
- Terjadi secara tiba-tiba pada orang yang sebelumnya tidak pernah mengalami kejang.
- Disertai kelemahan pada satu sisi tubuh.
- Diikuti gangguan bicara atau wajah mencong.
- Terjadi pada lansia dengan faktor risiko stroke.
- Muncul bersamaan dengan sakit kepala hebat mendadak.
- Disertai penurunan kesadaran.
Dalam situasi seperti ini, penderita harus segera mendapatkan pertolongan medis karena setiap menit sangat berharga dalam penanganan stroke.
Faktor Risiko Stroke yang Perlu Diketahui
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko stroke meliputi:
- Tekanan darah tinggi.
- Diabetes.
- Kolesterol tinggi.
- Merokok.
- Obesitas.
- Kurang aktivitas fisik.
- Penyakit jantung.
- Konsumsi alkohol berlebihan.
- Riwayat stroke dalam keluarga.
Mengendalikan faktor-faktor tersebut dapat membantu menurunkan risiko terjadinya stroke di masa depan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Seseorang Mengalami Kejang?
Jika melihat seseorang mengalami kejang:
- Tetap tenang dan jangan panik.
- Jauhkan benda keras atau tajam di sekitar penderita.
- Miringkan tubuh penderita jika memungkinkan untuk membantu menjaga jalan napas.
- Jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut penderita.
- Catat durasi kejang.
- Segera hubungi layanan darurat atau bawa ke fasilitas kesehatan, terutama jika kejang terjadi pertama kali atau disertai gejala stroke.
Cara Mencegah Stroke
Pencegahan stroke dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup sehat, seperti:
- Mengontrol tekanan darah secara rutin.
- Menjaga kadar gula darah tetap stabil.
- Mengurangi konsumsi garam dan makanan tinggi lemak jenuh.
- Berolahraga secara teratur.
- Berhenti merokok.
- Menjaga berat badan ideal.
- Mengelola stres dengan baik.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan berkala.
Kesimpulan
Kejang tiba-tiba memang tidak selalu berarti seseorang sedang mengalami stroke. Namun, dalam beberapa kasus, kejang dapat menjadi salah satu gejala yang muncul akibat gangguan aliran darah atau perdarahan di otak.
Apabila kejang disertai gejala seperti wajah mencong, kelemahan pada satu sisi tubuh, gangguan bicara, atau penurunan kesadaran, kondisi tersebut harus dianggap sebagai keadaan darurat medis. Penanganan yang cepat dapat membantu mengurangi risiko kerusakan otak yang lebih parah dan meningkatkan peluang pemulihan pasien.