Jangan Diabaikan, Ini 7 Gejala Kanker Darah yang Perlu Diwaspadai
Kanker darah merupakan salah satu kelompok penyakit kanker yang dapat memengaruhi produksi dan fungsi sel darah, sumsum tulang, maupun sistem limfatik. Istilah ini tidak hanya merujuk pada satu penyakit, tetapi mencakup beberapa jenis kanker, seperti leukemia, limfoma, dan multiple myeloma.
Masalahnya, gejala kanker darah sering kali tidak khas pada tahap awal. Rasa lelah, demam, tubuh mudah memar, atau berat badan turun misalnya, dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain yang jauh lebih umum.
Meski begitu, gejala yang berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau muncul dalam beberapa kombinasi tetap perlu diperhatikan.
Memahami tanda-tandanya bukan berarti seseorang dapat mendiagnosis kanker sendiri. Diagnosis membutuhkan pemeriksaan dokter dan, bila diperlukan, pemeriksaan darah, pencitraan, atau pemeriksaan lainnya.
Lantas, apa saja gejala kanker darah yang perlu diwaspadai?
Berikut tujuh gejala umum yang penting untuk dikenali.
Apa Itu Kanker Darah?
Sebelum membahas gejalanya, penting memahami bahwa kanker darah terdiri dari beberapa kelompok penyakit.
Leukemia terutama memengaruhi jaringan pembentuk darah, termasuk sumsum tulang, dan menyebabkan produksi sel darah abnormal.
Limfoma merupakan kanker yang berasal dari sistem limfatik, terutama sel limfosit. Salah satu tanda yang dapat muncul adalah pembengkakan kelenjar getah bening.
Sementara itu, multiple myeloma merupakan kanker pada sel plasma, yaitu salah satu jenis sel darah putih yang terdapat di sumsum tulang.
Karena jenisnya berbeda, gejala dan perjalanan penyakitnya juga tidak selalu sama.
Itulah sebabnya istilah “gejala kanker darah” perlu dipahami secara luas.
1. Tubuh Sering Lelah dan Lemas
Rasa lelah merupakan salah satu keluhan yang dapat muncul pada kanker darah.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan produksi sel darah, termasuk anemia yang menyebabkan kemampuan darah membawa oksigen ke jaringan tubuh berkurang.
Akibatnya, seseorang dapat merasa:
- cepat lelah,
- lemas,
- kurang bertenaga,
- sulit berkonsentrasi,
- atau tidak kuat melakukan aktivitas yang sebelumnya biasa dilakukan.
Namun, kelelahan bukan berarti seseorang pasti mengalami kanker darah.
Kurang tidur, stres, pola makan yang kurang baik, anemia karena kekurangan zat besi, infeksi, gangguan hormon, dan banyak kondisi lain juga dapat menyebabkan tubuh terasa lemas.
Yang perlu diperhatikan adalah kelelahan yang menetap, tidak membaik dengan istirahat, atau disertai gejala lain.
2. Demam atau Keringat Malam yang Tidak Jelas Penyebabnya
Demam merupakan mekanisme tubuh dalam menghadapi berbagai kondisi, terutama infeksi.
Pada beberapa jenis kanker darah, demam dapat muncul tanpa penyebab infeksi yang jelas atau berulang.
Sebagian orang juga dapat mengalami keringat malam yang berlebihan hingga pakaian atau seprai menjadi basah.
Gejala tersebut terutama perlu mendapat perhatian apabila terjadi berulang dan disertai tanda lain seperti penurunan berat badan, pembengkakan kelenjar getah bening, atau kelelahan berkepanjangan.
Meski demikian, demam dan keringat malam memiliki banyak kemungkinan penyebab.
Infeksi, gangguan hormonal, efek obat, serta kondisi medis lainnya juga dapat menimbulkan keluhan serupa.
Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa demam merupakan tanda kanker darah.
3. Mudah Memar atau Mengalami Perdarahan
Munculnya memar tanpa benturan yang jelas merupakan salah satu gejala yang perlu diperhatikan, terutama jika terjadi berulang.
Pada beberapa jenis leukemia, produksi trombosit dapat terganggu. Padahal, trombosit memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah.
Ketika jumlah trombosit terlalu rendah, seseorang dapat lebih mudah mengalami:
- memar,
- mimisan,
- gusi berdarah,
- perdarahan yang lebih lama berhenti,
- atau muncul bintik-bintik merah kecil pada kulit yang dikenal sebagai petechiae.
Namun, mudah memar tidak selalu berkaitan dengan kanker darah.
Penggunaan obat tertentu, gangguan pembekuan darah, kekurangan nutrisi tertentu, dan berbagai kondisi lainnya juga dapat menyebabkan perdarahan atau memar.
Jika perdarahan terjadi tanpa alasan yang jelas atau semakin sering, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda.
4. Sering Mengalami Infeksi
Sel darah putih merupakan bagian penting dari sistem pertahanan tubuh.
Pada beberapa jenis kanker darah, produksi atau fungsi sel darah putih dapat terganggu. Akibatnya, tubuh dapat mengalami kesulitan menghadapi infeksi.
Seseorang mungkin mengalami infeksi berulang atau merasa lebih lama pulih dibandingkan biasanya.
Keluhan dapat berupa:
- demam berulang,
- infeksi saluran pernapasan,
- sariawan yang sering muncul,
- infeksi kulit,
- atau infeksi lainnya.
Namun, sering sakit juga dapat disebabkan oleh banyak faktor lain, termasuk kurang tidur, stres, paparan virus atau bakteri, kondisi lingkungan, serta penyakit tertentu.
Jika infeksi berulang tanpa penjelasan yang jelas, dokter dapat melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebabnya.
5. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem limfatik dan berperan dalam sistem kekebalan tubuh.
Ketika tubuh melawan infeksi, kelenjar getah bening dapat membesar. Kondisi ini cukup umum dan sering kali tidak berbahaya.
Namun, pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat menjadi salah satu gejala limfoma.
Benjolan yang perlu diperhatikan antara lain yang:
- tidak kunjung mengecil,
- terus membesar,
- muncul tanpa infeksi yang jelas,
- terasa keras atau tidak biasa,
- atau disertai demam, keringat malam, dan penurunan berat badan.
Pembengkakan dapat muncul di leher, ketiak, atau selangkangan.
Sekali lagi, sebagian besar pembengkakan kelenjar getah bening bukan berarti kanker. Infeksi merupakan penyebab yang jauh lebih umum.
6. Berat Badan Turun Tanpa Sebab yang Jelas
Penurunan berat badan memang dapat menjadi hal positif jika seseorang sedang menjalani program diet.
Namun, situasinya berbeda apabila berat badan turun tanpa perubahan pola makan atau aktivitas yang disengaja.
Pada sejumlah jenis kanker, termasuk beberapa kanker darah, seseorang dapat kehilangan berat badan tanpa penyebab yang jelas.
Penurunan berat badan tersebut dapat terjadi bersamaan dengan:
- nafsu makan menurun,
- tubuh semakin lemas,
- demam,
- keringat malam,
- atau pembengkakan kelenjar getah bening.
Meski begitu, berat badan turun tanpa direncanakan juga dapat disebabkan oleh banyak kondisi lain, seperti gangguan pencernaan, masalah hormon, infeksi, stres berat, atau penyakit kronis tertentu.
Karena itu, penurunan berat badan yang tidak disengaja dan terus berlangsung sebaiknya diperiksa.
7. Nyeri Tulang atau Keluhan pada Tubuh yang Tidak Biasa
Nyeri tulang dapat muncul pada beberapa jenis kanker darah, terutama multiple myeloma.
Multiple myeloma berasal dari sel plasma di sumsum tulang. Pada kondisi tertentu, penyakit ini dapat memengaruhi kesehatan tulang sehingga muncul nyeri, terutama pada bagian punggung, tulang rusuk, panggul, atau area lainnya.
Namun, nyeri tulang memiliki penyebab yang sangat beragam.
Cedera, aktivitas fisik berlebihan, masalah sendi, osteoporosis, dan berbagai penyakit lain juga dapat menimbulkan nyeri.
Karena itu, nyeri tulang saja tidak cukup untuk menyatakan seseorang mengalami kanker darah.
Yang perlu diperhatikan adalah nyeri yang menetap, semakin berat, muncul tanpa penyebab yang jelas, atau disertai gejala lain.
Gejala Kanker Darah Bisa Berbeda pada Setiap Orang
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap semua penderita kanker darah akan mengalami gejala yang sama.
Padahal, jenis kanker, stadium penyakit, bagian tubuh yang terkena, serta kondisi kesehatan seseorang dapat memengaruhi gejala.
Sebagian orang mungkin mengalami kelelahan dan infeksi berulang.
Orang lain dapat mengalami pembengkakan kelenjar getah bening.
Pada multiple myeloma, keluhan pada tulang dapat menjadi salah satu masalah yang menonjol.
Karena itu, daftar gejala di atas sebaiknya digunakan sebagai informasi untuk meningkatkan kewaspadaan, bukan sebagai alat diagnosis mandiri.
Mengapa Gejala Kanker Darah Sering Sulit Dikenali?
Ada beberapa alasan.
Pertama, sebagian gejalanya sangat umum.
Lelah dapat disebabkan oleh kurang tidur. Demam bisa terjadi karena infeksi. Memar dapat muncul akibat benturan yang tidak disadari.
Kedua, gejala dapat berkembang secara perlahan.
Seseorang mungkin menganggap tubuh yang semakin mudah lelah sebagai akibat pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.
Ketiga, satu gejala biasanya tidak cukup untuk menunjukkan kanker.
Dokter perlu melihat keseluruhan kondisi dan melakukan pemeriksaan yang sesuai.
Pemeriksaan Apa yang Dapat Dilakukan?
Jika dokter mencurigai adanya gangguan darah, salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah tes darah lengkap atau complete blood count (CBC).
Pemeriksaan tersebut dapat memberikan informasi mengenai jumlah dan karakteristik beberapa jenis sel darah, termasuk sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kelainan, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan lanjutan sesuai kondisi pasien.
Pada kasus tertentu, pemeriksaan sumsum tulang, pencitraan, biopsi kelenjar getah bening, atau pemeriksaan khusus lainnya mungkin diperlukan.
Jenis pemeriksaan tidak sama untuk setiap pasien.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Tidak perlu menunggu sampai semua gejala muncul.
Pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan apabila terdapat keluhan yang:
- berlangsung lama,
- berulang tanpa penyebab yang jelas,
- semakin berat,
- mengganggu aktivitas sehari-hari,
- atau muncul bersama beberapa gejala lain.
Misalnya, seseorang mengalami kelelahan berkepanjangan yang disertai demam berulang, mudah memar, dan berat badan turun tanpa sebab.
Kombinasi seperti itu layak mendapatkan evaluasi medis.
Jangan Mendiagnosis Kanker Hanya dari Gejala
Informasi mengenai gejala kanker darah di internet dapat membantu meningkatkan pengetahuan, tetapi tidak dapat menggantikan pemeriksaan dokter.
Misalnya, seseorang yang mengalami memar tidak otomatis menderita leukemia.
Begitu pula seseorang yang mengalami benjolan di leher belum tentu mengalami limfoma.
Ada banyak penyakit lain yang dapat menghasilkan gejala serupa.
Diagnosis kanker membutuhkan penilaian medis dan pemeriksaan penunjang.
Apakah Kanker Darah Bisa Dicegah?
Tidak semua kanker darah dapat dicegah.
Beberapa faktor risiko tidak dapat dikendalikan, seperti usia, faktor genetik tertentu, atau riwayat keluarga.
Karena penyebab masing-masing jenis kanker darah juga berbeda, tidak ada satu metode yang dapat menjamin seseorang terbebas dari penyakit tersebut.
Meski demikian, menjaga kesehatan secara umum tetap penting.
Beberapa kebiasaan yang baik antara lain:
- tidak merokok,
- menjaga berat badan sehat,
- mengonsumsi makanan bergizi seimbang,
- rutin bergerak,
- membatasi paparan bahan berbahaya,
- tidur cukup,
- dan melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.
Kebiasaan tersebut bukan jaminan mencegah kanker darah, tetapi mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Perbedaan Gejala Leukemia, Limfoma, dan Multiple Myeloma
Walaupun sama-sama termasuk kanker darah, ketiganya memiliki karakteristik berbeda.
Leukemia
Gejalanya dapat berkaitan dengan terganggunya produksi sel darah normal. Keluhan yang mungkin muncul antara lain kelelahan, infeksi berulang, demam, mudah memar, dan perdarahan.
Limfoma
Gejala yang sering menjadi perhatian adalah pembengkakan kelenjar getah bening. Demam, keringat malam, penurunan berat badan, dan kelelahan juga dapat terjadi.
Multiple Myeloma
Keluhan dapat berkaitan dengan gangguan pada sel plasma dan sumsum tulang. Nyeri tulang, kelelahan akibat anemia, serta masalah kesehatan lainnya dapat muncul.
Namun, tidak semua pasien mengalami pola gejala yang sama.
7 Gejala yang Perlu Diingat
Agar lebih mudah diingat, berikut rangkuman tujuh gejala yang perlu diperhatikan:
1. Mudah lelah dan lemas
2. Demam atau keringat malam tanpa penyebab jelas
3. Mudah memar atau mengalami perdarahan
4. Sering mengalami infeksi
5. Pembengkakan kelenjar getah bening
6. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
7. Nyeri tulang atau keluhan tubuh yang tidak biasa
Satu gejala saja tidak berarti seseorang terkena kanker darah. Namun, gejala yang menetap, berulang, semakin berat, atau muncul dalam kombinasi patut mendapatkan perhatian.
Kesimpulan
Gejala kanker darah dapat berbeda tergantung jenis penyakit dan kondisi setiap pasien. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain kelelahan berkepanjangan, demam atau keringat malam, mudah memar, infeksi berulang, pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan tanpa sebab, serta nyeri tulang.
Yang paling penting, jangan langsung menganggap gejala tersebut sebagai kanker. Sebagian besar keluhan tersebut juga dapat disebabkan oleh kondisi lain yang jauh lebih umum.
Namun, jika gejala berlangsung terus-menerus, semakin berat, tidak memiliki penyebab yang jelas, atau muncul bersamaan dengan beberapa tanda lainnya, pemeriksaan medis merupakan langkah yang lebih tepat daripada melakukan diagnosis sendiri.
Semakin cepat penyebab keluhan diketahui, semakin cepat pula seseorang dapat memperoleh penanganan yang sesuai.
Mengetahui gejala bukan berarti harus panik. Justru, pengetahuan tersebut dapat membantu kita lebih peka terhadap perubahan tubuh dan tidak mengabaikan keluhan yang berlangsung tidak biasa.
FAQ Seputar Gejala Kanker Darah
Apa gejala awal kanker darah?
Gejalanya dapat berbeda berdasarkan jenis kanker darah. Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain mudah lelah, demam, infeksi berulang, mudah memar atau berdarah, pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan tanpa sebab, dan nyeri tulang.
Apakah sering lelah berarti kanker darah?
Tidak. Kelelahan sangat umum dan dapat disebabkan oleh kurang tidur, stres, anemia, infeksi, pola hidup, maupun berbagai kondisi kesehatan lainnya. Kelelahan yang menetap atau disertai gejala lain sebaiknya diperiksa.
Apakah mudah memar merupakan tanda leukemia?
Mudah memar dapat menjadi salah satu gejala leukemia, tetapi bukan berarti setiap orang yang mudah memar mengalami leukemia. Banyak penyebab lain yang juga dapat menimbulkan memar.
Apakah benjolan di leher pasti kanker darah?
Tidak. Pembengkakan kelenjar getah bening lebih sering berkaitan dengan infeksi atau kondisi lain. Namun, benjolan yang menetap, membesar, atau disertai gejala lain perlu diperiksa dokter.
Apakah kanker darah bisa diketahui melalui tes darah?
Tes darah dapat memberikan petunjuk adanya kelainan pada sel darah, tetapi hasilnya tidak selalu cukup untuk memastikan jenis kanker darah. Pemeriksaan lanjutan mungkin diperlukan sesuai kondisi.
Apakah kanker darah bisa disembuhkan?
Peluang dan jenis penanganan sangat bergantung pada jenis kanker darah, kondisi pasien, serta faktor lainnya. Beberapa jenis dapat ditangani dengan sangat baik, sementara jenis lainnya membutuhkan terapi jangka panjang.
Kapan harus ke dokter jika mengalami gejala kanker darah?
Segera pertimbangkan pemeriksaan apabila gejala menetap, berulang, semakin berat, atau muncul dalam beberapa kombinasi, terutama jika terdapat perdarahan yang tidak biasa, demam berkepanjangan, penurunan berat badan tanpa sebab, atau kelelahan berat.
Baca juga artikel ini: BRIN Dorong Kemandirian Riset Satelit Lewat APSAT 2026