Leukemia tidak selalu diawali gejala yang dramatis. Sejumlah tanda justru bisa terlihat seperti keluhan sehari-hari, sehingga sering diabaikan. Kenali gejalanya dan jangan menunda pemeriksaan jika keluhan menetap atau semakin berat.
Leukemia merupakan salah satu jenis kanker darah yang dapat berkembang ketika sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang mengalami perubahan dan tumbuh secara tidak normal. Masalahnya, gejala leukemia pada tahap awal sering kali tidak terlihat khas. Beberapa keluhan bahkan mirip dengan kelelahan, infeksi biasa, kurang tidur, atau masalah kesehatan lain.
Karena itu, penting untuk mengenali perubahan pada tubuh, terutama jika keluhan muncul berulang, tidak kunjung membaik, atau semakin berat.
Leukemia sendiri memiliki beberapa jenis. Ada leukemia yang berkembang cepat, seperti leukemia akut, dan ada pula yang tumbuh lebih lambat, seperti beberapa jenis leukemia kronis. Perbedaan jenis tersebut membuat gejala yang muncul pada setiap orang tidak selalu sama.
Lantas, apa saja gejala leukemia yang sering terabaikan?
Berikut beberapa tanda yang perlu diketahui.
1. Tubuh mudah lelah meski sudah cukup beristirahat
Rasa lelah merupakan keluhan yang sangat umum dan bisa disebabkan banyak hal. Namun, kelelahan yang berlangsung terus-menerus tanpa penyebab yang jelas perlu diperhatikan.
Pada leukemia, sel abnormal di sumsum tulang dapat mengganggu produksi sel darah normal. Salah satu akibatnya adalah jumlah sel darah merah dapat menurun sehingga tubuh tidak mendapatkan oksigen secara optimal.
Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa lemas, tidak bertenaga, sulit berkonsentrasi, atau cepat kehabisan tenaga saat melakukan aktivitas yang sebelumnya terasa ringan.
Misalnya, seseorang yang biasanya mampu berjalan cukup jauh tiba-tiba merasa sangat lelah setelah aktivitas sederhana. Keluhan seperti ini sering dianggap sebagai akibat kurang tidur atau terlalu banyak bekerja.
Padahal, jika rasa lelah berlangsung lama dan disertai gejala lain, pemeriksaan medis dapat membantu mencari penyebab sebenarnya.
2. Wajah atau kulit terlihat lebih pucat
Perubahan warna kulit menjadi lebih pucat juga bisa berkaitan dengan rendahnya jumlah sel darah merah.
Tidak semua orang akan menyadari perubahan ini karena terjadi secara perlahan. Bahkan, sebagian orang baru mengetahui dirinya terlihat pucat setelah diberitahu anggota keluarga atau orang terdekat.
Pucat dapat muncul bersama rasa lemas, pusing, mudah mengantuk, atau sesak ketika melakukan aktivitas.
Namun, kulit pucat tidak otomatis berarti leukemia. Anemia akibat kekurangan zat besi, perdarahan, kekurangan vitamin tertentu, maupun berbagai kondisi lainnya juga dapat menyebabkan keluhan serupa.
Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan hanya satu gejala, tetapi pola keluhan yang muncul secara bersamaan dan menetap.
3. Sering demam atau mengalami infeksi berulang
Salah satu fungsi sel darah putih adalah membantu tubuh menghadapi infeksi. Pada leukemia, produksi sel darah normal dapat terganggu sehingga kemampuan sistem kekebalan tubuh menghadapi infeksi juga dapat ikut berubah.
Akibatnya, seseorang dapat mengalami demam atau infeksi yang berulang.
Demam yang datang tanpa penyebab yang jelas, infeksi yang sering kambuh, atau kondisi tubuh yang terasa terus-menerus tidak fit sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai masuk angin atau kelelahan.
Pada beberapa jenis leukemia akut, demam dan infeksi termasuk gejala yang dapat muncul akibat terganggunya produksi sel darah normal.
Meski begitu, infeksi berulang tentu memiliki banyak kemungkinan penyebab. Pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
4. Mudah mengalami memar tanpa benturan jelas
Pernah menemukan memar berwarna biru atau keunguan di tubuh padahal tidak merasa terbentur?
Jika terjadi sesekali, kondisi tersebut belum tentu mengarah pada penyakit serius. Namun, memar yang muncul berulang kali atau semakin banyak tanpa penyebab yang jelas perlu diperhatikan.
Leukemia dapat mengganggu produksi trombosit di sumsum tulang. Padahal, trombosit memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah.
Ketika jumlah trombosit terlalu rendah, seseorang dapat menjadi lebih mudah mengalami memar atau perdarahan.
Memar juga bisa muncul sebagai bintik-bintik kecil berwarna merah atau ungu pada kulit. Kondisi ini dikenal sebagai petechiae dan dapat berhubungan dengan jumlah trombosit yang rendah.
Jika memar muncul berkali-kali tanpa alasan yang jelas, jangan hanya menutupinya dengan pakaian. Sebaiknya cari tahu penyebabnya.
5. Mudah mengalami perdarahan
Selain memar, gangguan jumlah trombosit juga dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami perdarahan.
Beberapa contohnya adalah:
- Mimisan yang sering terjadi
- Gusi mudah berdarah
- Luka kecil membutuhkan waktu lebih lama untuk berhenti berdarah
- Perdarahan menstruasi menjadi lebih banyak dari biasanya
- Muncul perdarahan tanpa pemicu yang jelas
Tentu saja, tidak semua mimisan atau gusi berdarah berkaitan dengan leukemia. Udara kering, iritasi hidung, masalah gusi, obat tertentu, dan berbagai kondisi lain dapat menyebabkan perdarahan.
Namun, jika perdarahan terjadi berulang atau disertai mudah memar, tubuh perlu mendapatkan perhatian lebih.
Pada leukemia akut, rendahnya jumlah trombosit dapat menjadi salah satu penyebab munculnya memar dan perdarahan.
6. Berat badan turun tanpa sedang menjalani diet
Penurunan berat badan memang sering dianggap sebagai sesuatu yang positif, terutama bagi orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan.
Namun, ceritanya berbeda jika berat badan turun tanpa perubahan pola makan, olahraga, atau gaya hidup yang jelas.
Penurunan berat badan yang tidak direncanakan dapat menjadi salah satu gejala umum berbagai penyakit, termasuk beberapa jenis leukemia.
Pada leukemia tertentu, seseorang juga dapat mengalami penurunan nafsu makan atau mudah merasa kenyang. Akibatnya, asupan makanan menjadi berkurang dan berat badan ikut turun.
Jangan langsung menyimpulkan bahwa penurunan berat badan pasti disebabkan kanker. Tetapi jika berat badan terus turun tanpa alasan yang jelas, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan.
7. Sering berkeringat pada malam hari
Bangun tidur dengan pakaian atau seprai yang sangat basah karena keringat tentu membuat tidak nyaman.
Keringat malam dapat terjadi karena suhu kamar terlalu panas, penggunaan selimut tebal, perubahan hormon, infeksi, obat-obatan, atau berbagai kondisi lainnya.
Namun, keringat malam yang terjadi berulang dan tidak berkaitan dengan kondisi lingkungan patut diperhatikan, terutama jika disertai demam, penurunan berat badan, kelelahan, atau pembengkakan kelenjar getah bening.
Keringat malam termasuk salah satu keluhan yang dapat ditemukan pada beberapa jenis leukemia.
Karena penyebabnya sangat beragam, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui sumber masalahnya.
8. Muncul benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening
Benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan sering membuat seseorang langsung khawatir terhadap kanker.
Padahal, pembengkakan kelenjar getah bening jauh lebih sering disebabkan oleh infeksi atau respons sistem kekebalan tubuh.
Meski begitu, pembengkakan yang tidak kunjung menghilang, semakin besar, atau muncul bersamaan dengan gejala lain perlu diperiksa.
Pada beberapa jenis leukemia, sel abnormal dapat berkaitan dengan pembesaran kelenjar getah bening. Benjolan dapat terasa di area leher, ketiak, atau selangkangan.
Jangan mencoba menebak penyebab benjolan hanya berdasarkan bentuk atau ukurannya. Pemeriksaan dokter lebih dapat diandalkan untuk menentukan penyebabnya.
9. Nyeri tulang atau persendian yang tidak biasa
Nyeri tulang sering dianggap sebagai akibat aktivitas berat, olahraga, salah posisi tidur, atau faktor usia.
Namun, pada sebagian penderita leukemia, keluhan yang muncul justru berupa nyeri tulang atau persendian.
Hal ini dapat terjadi karena sel leukemia berkembang di sumsum tulang dan dapat memengaruhi jaringan di sekitar tulang.
Nyeri tidak selalu muncul dengan pola yang sama. Ada yang merasakan sakit terus-menerus, sementara lainnya merasakan keluhan datang dan pergi.
Jika nyeri berlangsung lama, semakin berat, mengganggu aktivitas, atau disertai kelelahan, demam, memar, maupun penurunan berat badan, sebaiknya jangan hanya mengandalkan obat pereda nyeri tanpa mencari penyebabnya.
Nyeri tulang dan sendi termasuk gejala yang dapat ditemukan pada beberapa leukemia akut.
10. Perut terasa penuh atau cepat kenyang
Makan sedikit tetapi sudah merasa sangat kenyang juga bisa menjadi keluhan yang tidak disadari berkaitan dengan masalah pada organ dalam.
Pada beberapa kasus leukemia, limpa atau hati dapat membesar akibat keterlibatan sel leukemia. Pembesaran tersebut dapat menimbulkan rasa penuh atau tidak nyaman di bagian perut.
Seseorang mungkin merasa cepat kenyang walaupun baru makan dalam jumlah kecil.
Gejala ini tentu tidak spesifik untuk leukemia. Gangguan pencernaan, masalah lambung, penyakit hati, maupun berbagai kondisi lain juga dapat menyebabkan rasa penuh di perut.
Namun, jika keluhan tersebut berlangsung terus-menerus dan disertai kelelahan, demam, keringat malam, penurunan berat badan, atau pembengkakan kelenjar getah bening, pemeriksaan medis menjadi semakin penting.
Mengapa Gejala Leukemia Sering Terabaikan?
Salah satu alasan leukemia dapat terlambat dikenali adalah karena gejalanya tidak selalu spesifik.
Tubuh mudah lelah, demam, berat badan turun, sering berkeringat pada malam hari, atau muncul memar dapat disebabkan banyak kondisi lain.
Bahkan, pada beberapa jenis leukemia kronis, seseorang dapat tidak merasakan gejala yang jelas pada awalnya. Penyakit terkadang baru diketahui ketika seseorang menjalani pemeriksaan darah untuk alasan lain.
Itulah sebabnya penting untuk tidak langsung berpikir bahwa satu gejala tertentu berarti leukemia.
Sebaliknya, perhatian perlu diberikan pada pola perubahan tubuh, terutama ketika beberapa gejala muncul bersamaan, berlangsung lama, berulang, atau semakin berat.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Tidak perlu menunggu sampai semua gejala muncul untuk berkonsultasi dengan dokter.
Jika mengalami kelelahan berkepanjangan yang tidak membaik, demam berulang, infeksi yang sering terjadi, mudah memar, perdarahan tanpa sebab jelas, penurunan berat badan yang tidak direncanakan, benjolan yang menetap, atau nyeri tulang yang tidak biasa, sebaiknya lakukan pemeriksaan.
Terlebih lagi jika beberapa keluhan muncul secara bersamaan.
Dokter dapat menilai riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan meminta pemeriksaan darah. Salah satu pemeriksaan yang sering digunakan ketika terdapat kecurigaan masalah pada sel darah adalah complete blood count (CBC) atau hitung darah lengkap.
Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat meminta pemeriksaan apusan darah dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab kelainan darah.
Apakah Semua Gejala di Atas Berarti Leukemia?
Tidak.
Ini bagian yang sangat penting untuk dipahami.
Kelelahan, demam, memar, mimisan, berat badan turun, keringat malam, maupun pembengkakan kelenjar getah bening memiliki banyak kemungkinan penyebab dan tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis leukemia sendirian.
Diagnosis leukemia membutuhkan pemeriksaan medis dan pemeriksaan laboratorium yang sesuai.
Karena itu, artikel mengenai gejala leukemia sebaiknya digunakan sebagai informasi untuk meningkatkan kewaspadaan, bukan sebagai alat untuk melakukan diagnosis sendiri.
Jika seseorang memiliki satu atau beberapa gejala yang mencurigakan, langkah yang lebih tepat adalah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Bagaimana Leukemia Dapat Diketahui?
Ketika dokter mencurigai leukemia, pemeriksaan biasanya dimulai dengan melihat kondisi umum pasien, riwayat keluhan, serta melakukan pemeriksaan fisik.
Dokter dapat memeriksa apakah terdapat pembengkakan kelenjar getah bening, pembesaran hati atau limpa, tanda perdarahan, memar, atau tanda infeksi.
Pemeriksaan darah kemudian dapat digunakan untuk melihat jumlah dan karakteristik berbagai jenis sel darah.
Jika hasil pemeriksaan mengarah pada kemungkinan leukemia, pemeriksaan lebih lanjut dapat diperlukan. Pada kondisi tertentu, dokter dapat melakukan pemeriksaan sumsum tulang dan pemeriksaan khusus untuk menentukan jenis leukemia.
Dengan demikian, tidak tepat menyimpulkan seseorang mengalami leukemia hanya berdasarkan gejala yang terlihat dari luar.
Jangan Tunggu Sampai Gejala Semakin Berat
Leukemia merupakan penyakit yang memiliki banyak jenis dan karakteristik. Beberapa jenis dapat berkembang cepat dan menimbulkan gejala dalam waktu relatif singkat, sedangkan jenis lainnya dapat berkembang lebih perlahan.
Karena itu, perubahan kesehatan yang terasa tidak biasa sebaiknya tidak terus-menerus diabaikan.
Terutama jika tubuh mulai menunjukkan kombinasi gejala seperti mudah lelah, pucat, demam berulang, mudah memar, perdarahan, penurunan berat badan, keringat malam, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri tulang, atau cepat kenyang.
Tidak berarti gejala tersebut pasti leukemia. Namun, tubuh sedang memberikan alasan untuk mencari tahu penyebabnya.
Semakin cepat penyebab keluhan diketahui, semakin cepat pula langkah penanganan yang tepat dapat ditentukan.
Kesimpulan
Leukemia tidak selalu muncul dengan tanda yang mudah dikenali. Beberapa gejalanya justru tampak seperti keluhan sehari-hari sehingga sering dianggap sepele.
Sepuluh gejala yang patut diperhatikan meliputi mudah lelah, kulit pucat, demam atau infeksi berulang, mudah memar, perdarahan yang tidak biasa, berat badan turun tanpa sebab jelas, keringat malam, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri tulang atau persendian, serta perut terasa penuh atau cepat kenyang.
Namun, tidak satu pun dari gejala tersebut dapat memastikan seseorang terkena leukemia.
Jika keluhan menetap, semakin berat, atau beberapa gejala muncul secara bersamaan, jangan menunda konsultasi dengan dokter. Pemeriksaan darah dan pemeriksaan lanjutan dapat membantu menemukan penyebab sebenarnya.
Kenali perubahan tubuh, jangan panik, tetapi juga jangan mengabaikannya.
Baca juga artikel ini: NOYA X 80 PROOF PIK 2: Superclub Baru di PIK 2 dengan Standar Hiburan Kelas Dunia