Sering Mager? 10 Tips Ini Bisa Bantu Tubuh Tetap Sehat dan Tidak Mudah Lemas
Malas olahraga atau tidak punya banyak waktu untuk berolahraga bukan berarti tubuh harus terus-menerus diam. Ada banyak cara sederhana untuk membuat tubuh tetap aktif, mulai dari memperbanyak jalan kaki, mengurangi duduk terlalu lama, memilih tangga, hingga melakukan pekerjaan rumah dengan lebih aktif.
Tidak semua orang menyukai olahraga.
Ada yang merasa olahraga membosankan, ada yang tidak nyaman pergi ke gym, sementara sebagian lainnya kesulitan menyediakan waktu khusus karena pekerjaan dan aktivitas keluarga yang padat.
Masalahnya, tubuh manusia memang dirancang untuk bergerak.
Aktivitas fisik tidak hanya berarti berlari, mengangkat beban, bersepeda, atau melakukan latihan di pusat kebugaran. Berjalan kaki, naik tangga, membersihkan rumah, berkebun, menari, dan berbagai aktivitas sehari-hari juga termasuk bentuk gerakan tubuh.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menegaskan bahwa sejumlah aktivitas fisik lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali. Aktivitas fisik secara rutin membantu menjaga kesehatan jantung, metabolisme, kebugaran tubuh, kesehatan mental, serta kualitas hidup.
Jadi, jika Anda termasuk orang yang sering mengatakan, “Saya malas olahraga,” jangan langsung menyerah.
Mulailah dari aktivitas yang paling mudah dilakukan.
Berikut 10 tips agar tubuh tetap aktif, sehat, dan bugar meski Anda bukan penggemar olahraga.
1. Perbanyak Jalan Kaki dalam Aktivitas Sehari-hari
Jalan kaki merupakan salah satu aktivitas paling sederhana untuk membuat tubuh bergerak.
Tidak harus langsung berjalan selama satu jam.
Cobalah mencari kesempatan untuk berjalan lebih banyak dalam rutinitas sehari-hari.
Misalnya, berjalan kaki saat membeli sesuatu yang lokasinya tidak terlalu jauh, memilih parkir sedikit lebih jauh dari pintu masuk, berjalan saat menerima telepon, atau menyempatkan diri berjalan selama beberapa menit setelah makan.
Jika biasanya sepanjang hari lebih banyak duduk, tambahan beberapa kali berjalan singkat dapat menjadi awal yang baik.
Yang penting bukan langsung mencapai target besar, tetapi membuat tubuh terbiasa bergerak.
Aktivitas fisik juga tidak harus dilakukan dalam satu sesi panjang. Waktu bergerak dapat dibagi menjadi beberapa bagian sepanjang hari.
Jangan menunggu sampai punya waktu luang
Kesalahan yang sering dilakukan adalah menunggu waktu khusus untuk berolahraga.
Padahal, orang yang sangat sibuk mungkin tidak pernah memiliki satu jam kosong.
Daripada menunggu, manfaatkan waktu yang tersedia.
Lima menit berjalan pagi, sepuluh menit berjalan siang, dan sepuluh menit bergerak sore tetap lebih baik daripada duduk sepanjang hari.
2. Kurangi Kebiasaan Duduk Terlalu Lama
Ini salah satu tips yang sering dilupakan.
Seseorang mungkin merasa tidak pernah makan berlebihan dan berat badannya normal, tetapi bisa menghabiskan sebagian besar hari dengan duduk.
Duduk terlalu lama dan kurang aktivitas fisik sama-sama perlu diperhatikan.
WHO merekomendasikan orang dewasa untuk membatasi waktu sedentari dan mengganti sebagian waktu duduk dengan aktivitas fisik, termasuk aktivitas dengan intensitas ringan.
Karena itu, jika pekerjaan mengharuskan duduk di depan komputer, buatlah kebiasaan untuk berdiri dan bergerak secara berkala.
Anda bisa:
- Berdiri saat menerima telepon.
- Berjalan mengambil air minum.
- Berdiri dan melakukan peregangan ringan.
- Berjalan sebentar setelah menyelesaikan pekerjaan.
- Menghindari duduk berjam-jam tanpa jeda.
- Menggunakan tangga jika memungkinkan.
Tujuannya sederhana: jangan biarkan tubuh diam terlalu lama.
3. Biasakan Naik Tangga
Jika kondisi fisik memungkinkan, sesekali pilih tangga daripada lift atau eskalator.
Naik tangga membuat otot kaki bekerja lebih aktif dan meningkatkan denyut jantung.
Bagi orang yang jarang bergerak, kebiasaan sederhana ini bisa menjadi cara mudah memasukkan aktivitas fisik ke dalam rutinitas.
Tidak perlu langsung menaiki banyak lantai.
Mulailah dari satu atau dua lantai sesuai kemampuan, lalu tingkatkan secara perlahan jika tubuh sudah terbiasa.
Namun, orang dengan nyeri lutut, gangguan jantung, masalah keseimbangan, atau kondisi kesehatan tertentu sebaiknya menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.
4. Jadikan Pekerjaan Rumah sebagai Kesempatan Bergerak
Menyapu, mengepel, mencuci kendaraan, berkebun, membersihkan halaman, mencuci pakaian, atau merapikan rumah memang bukan olahraga dalam pengertian latihan formal.
Namun, aktivitas tersebut tetap membuat tubuh bergerak.
WHO memasukkan berbagai aktivitas pekerjaan rumah tangga sebagai bagian dari aktivitas fisik sehari-hari.
Jadi, jangan selalu menganggap pekerjaan rumah sebagai aktivitas yang melelahkan dan harus segera diselesaikan tanpa menikmati prosesnya.
Jika dilakukan dengan aman, aktivitas tersebut bisa membantu mengurangi waktu duduk dan membuat tubuh lebih aktif.
Bahkan berkebun selama beberapa waktu dapat membuat seseorang berdiri, berjalan, membungkuk, mengangkat benda ringan, dan menggunakan otot.
5. Gunakan Aturan “Gerak Beberapa Menit”
Jika Anda benar-benar tidak menyukai olahraga, jangan mulai dengan target yang terasa berat.
Gunakan prinsip sederhana:
Setiap ada kesempatan, bergerak beberapa menit.
Misalnya:
Pagi: berjalan selama 5–10 menit.
Siang: berdiri dan bergerak beberapa menit setelah duduk lama.
Sore: berjalan santai atau melakukan pekerjaan rumah.
Malam: melakukan peregangan ringan.
Kebiasaan seperti ini mungkin terlihat terlalu sederhana.
Namun, justru karena sederhana, kemungkinan untuk dilakukan secara konsisten bisa lebih besar.
CDC juga menekankan bahwa aktivitas fisik dapat dibagi menjadi beberapa bagian sepanjang hari dan tidak harus dilakukan sekaligus.
6. Jangan Terlalu Sering Menggunakan Kendaraan untuk Jarak Dekat
Jika jaraknya memungkinkan dan kondisi lingkungan aman, cobalah berjalan kaki untuk keperluan tertentu.
Misalnya pergi ke warung, minimarket, atau tempat yang tidak terlalu jauh.
Bagi sebagian orang, kebiasaan tersebut dapat menambah aktivitas fisik tanpa terasa seperti sedang “berolahraga”.
Jika jaraknya terlalu jauh, Anda juga dapat mengombinasikan perjalanan dengan berjalan kaki pada sebagian rute.
Intinya adalah mencari peluang agar transportasi tidak selalu membuat tubuh pasif.
7. Lakukan Latihan Kekuatan Ringan di Rumah
Walaupun Anda malas olahraga, latihan kekuatan sebaiknya tidak sepenuhnya diabaikan.
Otot perlu digunakan agar kekuatan dan fungsi tubuh tetap terjaga.
Latihan sederhana dapat dilakukan di rumah menggunakan berat badan sendiri, misalnya:
- Squat ringan sesuai kemampuan.
- Duduk-berdiri dari kursi.
- Wall push-up.
- Mengangkat tumit.
- Latihan dengan resistance band.
- Mengangkat botol air sebagai beban ringan.
Tidak perlu melakukan gerakan yang sulit.
Mulailah dengan intensitas rendah dan fokus pada teknik.
Pedoman aktivitas fisik untuk orang dewasa merekomendasikan aktivitas penguatan otot setidaknya dua hari dalam seminggu selain aktivitas aerobik.
Bagi orang yang sudah lama tidak berolahraga, memiliki masalah sendi, pernah mengalami cedera, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya menyesuaikan jenis latihan dengan kemampuan tubuh.
8. Pilih Aktivitas yang Tidak Terasa seperti Olahraga
Kalau Anda membenci olahraga, mungkin masalahnya bukan pada aktivitas fisik, tetapi pada jenis aktivitas yang dipilih.
Tidak semua orang harus berlari di treadmill atau mengangkat beban di gym.
Cobalah mencari aktivitas yang terasa menyenangkan.
Misalnya:
- Menari mengikuti musik.
- Berjalan sambil mendengarkan podcast.
- Bersepeda santai.
- Berenang.
- Berkebun.
- Jalan-jalan bersama keluarga.
- Bermain dengan anak atau cucu.
- Membersihkan halaman.
- Berjalan di taman.
Aktivitas fisik seharusnya tidak selalu terasa seperti hukuman.
Ketika seseorang menemukan aktivitas yang disukai, kemungkinan untuk melakukannya secara rutin biasanya menjadi lebih besar.
WHO menyebut berjalan, bersepeda, aktivitas rekreasi, olahraga, pekerjaan rumah, dan berbagai bentuk gerakan lainnya sebagai bagian dari aktivitas fisik.
9. Perhatikan Pola Makan agar Tubuh Tetap Bertenaga
Tubuh yang aktif juga membutuhkan asupan makanan yang mendukung.
Jika pola makan sehari-hari didominasi makanan ultra-proses, minuman manis, gorengan berlebihan, dan rendah sayur serta buah, tubuh bisa lebih sulit mendapatkan berbagai zat gizi yang dibutuhkan.
Tidak perlu menjalani diet ekstrem.
Fokus pada pola makan yang lebih seimbang.
Usahakan menu sehari-hari mengandung:
- Sayuran.
- Buah utuh.
- Sumber protein.
- Karbohidrat berkualitas.
- Lemak sehat dalam jumlah sesuai kebutuhan.
- Cukup air.
Protein juga penting untuk membantu mempertahankan massa otot, terutama ketika usia bertambah.
Sementara itu, sayur, buah, dan sumber karbohidrat kaya serat dapat membantu memenuhi kebutuhan serat dan berbagai zat gizi.
Tetap perhatikan jumlah makanan karena kebutuhan setiap orang berbeda.
10. Tidur Cukup dan Jangan Anggap Remeh Waktu Istirahat
Tubuh yang sehat bukan hanya tubuh yang aktif.
Istirahat juga penting.
Kurang tidur dapat membuat seseorang merasa lelah dan kurang bersemangat untuk bergerak pada hari berikutnya.
Karena itu, jangan mencoba mengganti kurang tidur dengan kopi berlebihan kemudian memaksakan aktivitas fisik.
Buat jadwal tidur yang lebih teratur dan usahakan mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Kombinasi antara bergerak, makan dengan baik, dan tidur cukup jauh lebih masuk akal daripada hanya fokus pada satu kebiasaan.
Apakah 10 Tips Ini Sudah Menggantikan Olahraga?
Ini bagian yang penting.
Tidak sepenuhnya.
Sepuluh tips di atas bertujuan membantu orang yang malas berolahraga agar lebih aktif dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, jika tujuan Anda adalah memperoleh manfaat kesehatan yang lebih optimal, aktivitas fisik terstruktur tetap bermanfaat.
WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, atau setara dengan aktivitas intensitas berat selama 75–150 menit per minggu. Aktivitas penguatan otot juga dianjurkan setidaknya dua hari dalam seminggu.
Jadi, jangan mengartikan judul artikel ini sebagai “tidak perlu olahraga sama sekali.”
Pesan yang lebih tepat adalah:
Jika Anda belum mampu melakukan olahraga rutin, mulailah dengan memperbanyak gerakan sehari-hari.
Dari sana, secara perlahan Anda bisa meningkatkan aktivitas sesuai kemampuan.
Mengapa Bergerak Sedikit Tetap Penting?
Ada anggapan bahwa olahraga baru bermanfaat jika dilakukan selama 30–60 menit.
Anggapan ini dapat membuat orang yang sibuk atau tidak suka olahraga memilih tidak bergerak sama sekali.
Padahal, aktivitas fisik dalam jumlah berapa pun tetap lebih baik daripada tidak melakukan aktivitas sama sekali.
Bayangkan dua orang.
Orang pertama duduk hampir sepanjang hari dan tidak melakukan aktivitas fisik.
Orang kedua berjalan beberapa kali dalam sehari, memilih tangga, melakukan pekerjaan rumah, berdiri secara berkala, dan berjalan santai pada sore hari.
Meskipun keduanya belum menjalani program olahraga formal, orang kedua sudah membuat tubuhnya lebih aktif.
Tentu saja, bukan berarti aktivitas ringan selalu cukup untuk memenuhi semua kebutuhan kebugaran.
Namun, ini bisa menjadi langkah awal yang realistis.
Malas Olahraga Bisa Diatasi dengan Mengubah Kebiasaan
Kadang masalahnya bukan karena seseorang benar-benar malas.
Ada orang yang merasa olahraga terlalu melelahkan.
Ada pula yang menganggap olahraga membutuhkan pakaian khusus, tempat khusus, alat mahal, atau waktu panjang.
Padahal, banyak aktivitas fisik dapat dilakukan tanpa fasilitas khusus.
Kuncinya adalah mengubah cara berpikir.
Daripada berkata:
“Saya tidak punya waktu olahraga.”
Cobalah bertanya:
“Di bagian mana dalam rutinitas hari ini saya bisa bergerak lebih banyak?”
Pertanyaan sederhana tersebut dapat mengubah kebiasaan.
Misalnya, daripada duduk selama 3 jam setelah makan malam sambil menonton televisi, berjalan selama 10 menit terlebih dahulu.
Daripada mengirim pesan kepada anggota keluarga yang berada di ruangan lain, berjalan dan menyampaikan langsung jika memungkinkan.
Daripada menggunakan lift untuk satu lantai, pilih tangga jika kondisi tubuh memungkinkan.
Kebiasaan kecil seperti itu mungkin tidak terlihat besar.
Tetapi jika dilakukan setiap hari, jumlah gerakan dapat bertambah.
Cara Membuat Tubuh Lebih Aktif Tanpa Terasa Berat
Jika Anda benar-benar sulit memulai, gunakan beberapa strategi berikut.
Mulai dari lima menit
Jangan menunggu motivasi muncul.
Mulailah dari lima menit.
Setelah lima menit, Anda boleh berhenti.
Sering kali, tantangan terbesar justru adalah memulai.
Buat target yang mudah
Target seperti “saya harus olahraga satu jam setiap hari” mungkin terlalu berat untuk orang yang sebelumnya hampir tidak pernah beraktivitas.
Coba mulai dengan target sederhana seperti berjalan beberapa menit setiap hari.
Gunakan pengingat
Pasang pengingat untuk berdiri dan bergerak jika Anda bekerja dalam posisi duduk.
Ajak orang lain
Berjalan bersama pasangan, teman, keluarga, atau tetangga dapat membuat aktivitas terasa lebih menyenangkan.
Jangan mengejar kesempurnaan
Jika hari ini tidak sempat berjalan, bukan berarti seluruh rencana gagal.
Lanjutkan lagi keesokan harinya.
Konsistensi jauh lebih penting daripada satu hari yang sempurna.
Bagaimana Jika Sudah Berusia 50 atau 60 Tahun?
Usia bukan alasan untuk berhenti bergerak.
Justru semakin bertambah usia, menjaga kekuatan otot, kebugaran, mobilitas, dan keseimbangan menjadi semakin penting.
Untuk orang berusia 65 tahun ke atas, pedoman aktivitas fisik juga menekankan pentingnya aktivitas yang melatih keseimbangan selain aktivitas aerobik dan penguatan otot.
Namun, aktivitas harus disesuaikan dengan kemampuan.
Orang yang memiliki masalah lutut tidak harus memaksakan diri berlari.
Pilihan seperti berjalan santai, latihan keseimbangan, latihan kekuatan ringan, berenang, atau aktivitas lain yang lebih ramah terhadap sendi dapat dipertimbangkan.
Jika memiliki penyakit kronis atau keterbatasan fisik, jenis dan intensitas aktivitas sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan.
Jangan Langsung Memaksakan Diri
Kesalahan yang sering terjadi ketika seseorang mulai hidup aktif adalah terlalu bersemangat pada hari pertama.
Hari pertama berjalan satu jam.
Hari kedua tubuh terasa pegal.
Hari ketiga tidak bergerak sama sekali.
Akhirnya rutinitas berhenti.
Cara yang lebih baik adalah meningkatkan aktivitas secara bertahap.
Jika selama ini hampir tidak pernah bergerak, mulailah dengan aktivitas ringan.
Setelah tubuh terbiasa, durasi dan intensitas dapat dinaikkan secara perlahan.
Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Tanda Anda Perlu Berhenti dan Memeriksakan Diri
Aktivitas fisik memang bermanfaat, tetapi tidak berarti semua orang boleh memaksakan diri.
Jika saat beraktivitas muncul nyeri dada, sesak napas yang berat atau tidak biasa, pusing berat, pingsan, jantung berdebar yang mengkhawatirkan, atau keluhan lain yang serius, hentikan aktivitas dan cari pertolongan medis.
Bagi orang yang memiliki penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, masalah paru, penyakit sendi, atau kondisi kesehatan lainnya, konsultasikan pilihan aktivitas yang sesuai dengan tenaga kesehatan.
Tujuannya bukan menjadi atlet.
Tujuannya adalah membuat tubuh tetap bergerak dengan cara yang aman.
Contoh Rutinitas untuk Orang yang Malas Olahraga
Jika Anda ingin memulai tanpa merasa terbebani, berikut contoh rutinitas sederhana.
Pagi:
Bangun dan lakukan peregangan ringan. Berjalan beberapa menit setelah sarapan atau sebelum memulai pekerjaan.
Saat bekerja:
Setiap beberapa waktu, berdiri dari kursi dan bergerak sebentar.
Siang:
Jika memungkinkan, berjalan kaki saat mengambil makanan atau minuman.
Sore:
Lakukan aktivitas rumah, berkebun, berjalan santai, atau menari beberapa lagu.
Malam:
Kurangi duduk terlalu lama. Lakukan peregangan ringan sebelum bersiap tidur.
Rutinitas tersebut bukan pengganti seluruh rekomendasi aktivitas fisik.
Namun, bagi seseorang yang sebelumnya hampir tidak bergerak, rutinitas seperti ini dapat menjadi titik awal yang jauh lebih realistis.
Sehat Tidak Harus Dimulai dari Hal yang Sulit
Banyak orang gagal menjalani gaya hidup sehat karena langsung menetapkan target yang terlalu besar.
Harus olahraga setiap hari.
Harus diet ketat.
Harus pergi ke gym.
Harus bangun pagi sekali.
Harus berlari beberapa kilometer.
Padahal, perubahan gaya hidup tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang ekstrem.
Jika saat ini Anda malas olahraga, mulailah dengan bergerak lebih sering.
Berjalan lebih banyak.
Duduk lebih sedikit.
Naik tangga jika mampu.
Kerjakan pekerjaan rumah.
Bermain bersama keluarga.
Berjalan sambil berbicara di telepon.
Lakukan latihan kekuatan sederhana.
Kemudian, ketika tubuh sudah mulai terbiasa, tingkatkan aktivitas secara bertahap.
Kesimpulan
Malas olahraga bukan berarti harus menyerah untuk hidup sehat dan bugar.
Ada banyak cara sederhana untuk membuat tubuh tetap aktif, mulai dari memperbanyak jalan kaki, mengurangi duduk terlalu lama, memilih tangga, melakukan pekerjaan rumah, melakukan latihan kekuatan ringan, mencari aktivitas yang menyenangkan, menjaga pola makan, hingga tidur cukup.
Yang terpenting adalah jangan menunggu sampai memiliki waktu luang yang sempurna untuk mulai bergerak.
Beberapa menit bergerak tetap lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.
Namun, perlu diingat bahwa tips tersebut bukan berarti olahraga formal tidak diperlukan. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih optimal, orang dewasa tetap dianjurkan mencapai sekitar 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu dan melakukan aktivitas penguatan otot setidaknya dua hari per minggu, sesuai kemampuan masing-masing.
Jadi, jika selama ini Anda selalu berkata “saya malas olahraga”, tidak perlu langsung memaksa diri melakukan latihan berat.
Mulailah dari satu perubahan kecil hari ini.
Bangun dari kursi. Berjalan beberapa menit. Gunakan tangga. Bergerak lebih banyak.
Karena tubuh tidak membutuhkan kesempurnaan untuk menjadi lebih sehat. Tubuh membutuhkan gerakan yang dilakukan secara konsisten.
Baca juga artikel ini: NOYA X 80 PROOF PIK 2: Superclub Baru di PIK 2 dengan Standar Hiburan Kelas Dunia