Manfaat dan Risiko Terasi bagi Kesehatan — Wajib Dipahami!
Terasi adalah bumbu tradisional yang sangat populer di Indonesia. Aromanya kuat, rasanya gurih, dan sering menjadi bahan utama dalam sambal, tumisan, hingga masakan rumahan lainnya. Terasi biasanya dibuat dari udang rebon atau ikan kecil yang difermentasi, lalu dipadatkan menjadi blok atau pasta.
Namun, banyak yang bertanya-tanya: apakah terasi sebenarnya baik untuk kesehatan, atau justru berisiko jika dikonsumsi?
Yuk, kita bahas secara lengkap!

✅ Kandungan Gizi yang Ada dalam Terasi
Walaupun digunakan dalam jumlah kecil, terasi tetap memiliki beberapa kandungan gizi, antara lain:
- protein dari udang atau ikan
- mineral seperti kalsium dan fosfor
- asam amino alami
- sedikit lemak
- vitamin tertentu
Karena berbahan dasar hewani, terasi juga mengandung senyawa umami alami yang membuat masakan terasa lebih gurih tanpa perlu banyak garam tambahan.
🌿 Manfaat Terasi Jika Dikonsumsi dengan Bijak
✔ 1. Sumber Protein dalam Jumlah Kecil
Bahan dasar terasi adalah udang atau ikan kecil yang kaya protein. Walaupun porsinya kecil, tetap memberi kontribusi nutrisi.
✔ 2. Mengandung Mineral untuk Tulang
Fermentasi udang dan ikan membuat terasi mengandung kalsium dan fosfor yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi.
✔ 3. Memberi Rasa Gurih Alami
Terasi dapat membantu mengurangi penggunaan garam tambahan karena sudah gurih secara alami.
✔ 4. Proses Fermentasi Dapat Membantu Pencernaan
Fermentasi pada bahan makanan tertentu dapat menghasilkan senyawa yang lebih mudah dicerna tubuh.

⚠️ Risiko Terasi bagi Kesehatan Jika Dikonsumsi Berlebihan
Meski punya manfaat, konsumsi terasi tetap perlu dibatasi, terutama bila dikonsumsi berlebihan atau pada orang tertentu.
❌ 1. Kandungan Garam Cukup Tinggi
Proses pembuatan terasi umumnya menggunakan garam. Konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan risiko:
- tekanan darah tinggi
- gangguan jantung
- masalah ginjal
Terutama bagi penderita hipertensi, konsumsi makanan bergaram tinggi perlu dikontrol.
❌ 2. Risiko Alergi Makanan Laut
Karena terbuat dari udang atau ikan kecil, terasi dapat memicu alergi pada orang yang sensitif terhadap makanan laut.
Gejalanya bisa berupa:
- gatal
- bentol
- mual
- sesak napas
Jika punya riwayat alergi seafood, sebaiknya berhati-hati.

❌ 3. Kandungan Histamin pada Produk Fermentasi
Makanan yang difermentasi dapat mengandung histamin. Pada sebagian orang, ini dapat memicu:
- sakit kepala
- ruam kulit
- pusing
- rasa tidak nyaman di perut
❌ 4. Potensi Kontaminasi jika Kebersihan Tidak Terjaga
Terasi yang diproduksi tanpa standar kebersihan berisiko terkontaminasi bakteri atau kotoran. Karena itu, pilih produk yang sudah jelas kualitasnya.
🥗 Bagaimana Cara Aman Mengonsumsi Terasi?
Agar tetap aman untuk kesehatan:
✔ gunakan secukupnya
✔ pilih terasi berkualitas dan bersih
✔ simpan di tempat kering dan tertutup
✔ hindari jika memiliki alergi seafood
✔ batasi konsumsi bagi penderita darah tinggi
Seperti bumbu lainnya, terasi aman dikonsumsi jika tidak berlebihan dan dimasak dengan benar.

🧠 Jadi, Apakah Terasi Baik atau Tidak?
Jawabannya adalah: terasi bisa menjadi bagian dari makanan yang sehat jika digunakan dalam jumlah wajar dan berasal dari sumber yang higienis.
Namun, tetap ada risiko jika:
🚫 dikonsumsi berlebihan
🚫 memiliki alergi seafood
🚫 memiliki tekanan darah tinggi
🚫 terasi dibuat tanpa standar kebersihan
Kuncinya adalah bijak dalam memilih dan mengonsumsinya.