7 Makanan Laut Tinggi Kolesterol yang Perlu Diwaspadai, Nomor 4 Paling Sering Dikonsumsi!
Makanan laut atau seafood selalu memiliki tempat istimewa di hati banyak orang. Rasanya gurih, segar, dan mudah diolah menjadi masakan lezat. Indonesia, sebagai negara kepulauan, memiliki kekayaan laut yang melimpah sehingga konsumsi seafood sudah menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat. Namun di balik kenikmatannya, tidak semua jenis makanan laut aman dikonsumsi secara berlebihan—terutama bagi mereka yang memiliki masalah kolesterol.
Banyak orang mengira bahwa semua makanan laut otomatis sehat karena mengandung omega-3, protein, serta mineral penting. Padahal, beberapa jenis seafood justru memiliki kadar kolesterol yang sangat tinggi. Jika dikonsumsi tanpa kontrol, makanan-makanan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, hingga gangguan metabolisme.
Artikel ini mengulas tujuh makanan laut dengan kadar kolesterol tertinggi, berdasarkan panduan nutrisi umum, serta memberikan tips aman mengonsumsinya agar tetap bisa menikmati hidangan laut tanpa membahayakan kesehatan.
Mengapa Makanan Laut Bisa Tinggi Kolesterol?
Kolesterol pada makanan laut biasanya terdapat pada bagian organ, kepala, dan daging tertentu yang memiliki kandungan lemak hewani lebih padat. Pada hewan laut tertentu, kolesterol berfungsi mempertahankan struktur sel dan metabolisme tubuh mereka, sehingga jumlahnya bisa lebih tinggi dibandingkan hewan darat.
Beberapa faktor yang membuat seafood tinggi kolesterol antara lain:
- Habitat dan pola makan hewan laut tertentu kaya lemak alami.
- Komposisi jaringan tubuh, terutama pada krustasea (udang, kepiting, lobster).
- Proses memasak, misalnya digoreng atau dimasak dengan mentega, membuat kadar lemak total meningkat.
Meski begitu, perlu digarisbawahi: kolesterol dari seafood tidak sepenuhnya buruk, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang tepat dan cara mengolahnya benar. Ada pula seafood yang tinggi kolesterol tetapi rendah lemak jenuh, sehingga efeknya tidak seburuk makanan cepat saji atau daging olahan.
1. Udang — Si Kecil yang Kolesterolnya Tinggi
Udang adalah makanan laut favorit banyak orang. Rasanya manis, mudah ditemukan, dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan. Namun, udang juga merupakan salah satu makanan laut dengan kadar kolesterol tertinggi.
Kadar Kolesterol:
Sekitar 180–200 mg kolesterol per 100 gram udang.
Alasan kandungannya sangat tinggi adalah karena struktur tubuh udang mengandung senyawa sterol yang berfungsi membantu metabolisme mereka. Tak heran, meski merupakan sumber protein berkualitas tinggi, udang kerap menjadi perhatian bagi mereka yang memiliki riwayat kolesterol tinggi.
Namun, bukan berarti Anda harus berhenti makan udang sama sekali. Udang tetap mengandung omega-3 dan mineral penting seperti selenium dan zinc.

Tips aman mengonsumsi:
- Pilih udang segar dan hindari udang goreng tepung.
- Batasi 1–2 porsi kecil per minggu.
- Olah dengan cara kukus, rebus, atau tumis rendah minyak.
2. Cumi-Cumi — Lezat namun Kandungan Kolesterolnya Bisa Menyentuh Langit
Cumi-cumi juga termasuk seafood favorit karena teksturnya kenyal dan rasanya yang gurih. Namun, cumi memiliki kadar kolesterol yang cukup tinggi.
Kadar Kolesterol:
Sekitar 230–250 mg per 100 gram.
Kandungan kolesterol yang tinggi ini terutama terdapat pada bagian tubuh cumi yang mengandung tinta dan organ dalam—walaupun bagian dagingnya juga cukup tinggi.
Cumi sering menjadi penyebab lonjakan kolesterol karena cara memasaknya sering digoreng tepung sehingga kadar lemak jenuh bertambah.

Tips aman mengonsumsi:
- Lebih baik dipanggang atau ditumis tanpa banyak minyak.
- Hindari cumi crispy atau cumi goreng tepung.
- Tambahkan sayuran untuk menurunkan efek total lemak.
3. Kepiting — Sang Raja Laut dengan Kolesterol Tinggi
Kepiting dikenal sebagai makanan mahal dan mewah. Rasanya gurih dengan aroma laut yang kuat, menjadikannya primadona hidangan seafood. Namun, kepiting juga memiliki kolesterol tinggi, terutama pada bagian daging dan telur.
Kadar Kolesterol:
Sekitar 80–100 mg per 100 gram, belum termasuk telur kepiting yang bisa jauh lebih tinggi.
Meskipun angka kolesterol kepiting masih lebih rendah dibanding udang dan cumi, namun kepiting termasuk makanan tinggi sodium dan dapat memicu tekanan darah tinggi jika dikonsumsi berlebihan, terutama bila diolah dengan saus asin atau mentega.

Tips aman mengonsumsi:
- Konsumsi dagingnya saja, batasi bagian telur.
- Pilih cara masak kukus atau sup.
- Hindari saus mentega, saus telur asin, dan masakan bersantan.
4. Lobster — Mewah, Lezat, dan Kaya Kolesterol
Lobster adalah salah satu seafood premium. Meskipun kaya protein dan vitamin, lobster termasuk makanan laut dengan kolesterol cukup tinggi.
Kadar Kolesterol:
Sekitar 70–90 mg per 100 gram.
Kolesterol pada lobster lebih banyak pada bagian tubuh tertentu seperti kepala dan cangkang yang menyimpan cairan gurih. Kebiasaan menghidangkan lobster dengan mentega atau keju membuat kandungan kalorinya semakin tinggi.

Tips aman mengonsumsi:
- Pilih lobster kukus atau rebus.
- Hindari saus butter garlic yang mengandung lemak jenuh.
- Batasi porsi bila mempunyai riwayat kolesterol tinggi.
5. Kerang — Kecil tetapi Kolesterolnya Tidak Bisa Dianggap Remeh
Kerang, termasuk kerang hijau, kerang darah, dan kerang simping, memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi.
Kadar Kolesterol:
Sekitar 65–85 mg per 100 gram.
Kerang juga berisiko mengandung logam berat bila berasal dari perairan tercemar. Oleh sebab itu, bagi penderita kolesterol tinggi maupun gangguan hati, konsumsi kerang perlu diperhatikan.

Tips aman mengonsumsi:
- Cuci kerang hingga bersih dan masak sampai matang.
- Hindari saus santan dan minyak berlebih.
- Jangan makan mentah (raw oyster) karena risiko bakteri.
6. Gurita — Tinggi Protein dan Mineral, tetapi Tetap Mengandung Kolesterol
Gurita cenderung jarang dikonsumsi dibanding cumi atau udang. Namun, gurita juga memiliki kadar kolesterol yang cukup tinggi.
Kadar Kolesterol:
Sekitar 70–80 mg per 100 gram.
Meski gurita kaya nutrisi seperti zat besi dan vitamin B12, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol total dalam darah.

Tips aman mengonsumsi:
- Pilih metode memasak rendah lemak.
- Jangan dikombinasikan dengan makanan tinggi lemak seperti mentega atau keju.
- Konsumsi maksimal 1 kali per minggu.
7. Telur Ikan (Caviar & Roe) — Kecil, Meledak Nikmat, tetapi Tinggi Kolesterol
Telur ikan atau roe, termasuk caviar, merupakan makanan laut dengan kadar kolesterol yang sangat tinggi.
Kadar Kolesterol:
Sekitar 300–400 mg per 100 gram, tergantung jenis ikan.
Roe mengandung kolesterol tinggi karena sifat biologisnya sebagai “calon organisme baru” sehingga kaya lemak, protein, dan nutrisi pembentuk sel. Karena itu, konsumsi telur ikan harus benar-benar dibatasi, terutama bagi penderita kolesterol tinggi atau hipertensi.

Tips aman mengonsumsi:
- Jadikan sebagai makanan sesekali, bukan konsumsi rutin.
- Hindari jika memiliki riwayat penyakit jantung.
- Pilih porsi kecil (1–2 sendok).
Siapa yang Perlu Berhati-Hati dengan Makanan Laut Tinggi Kolesterol?
Tidak semua orang harus menghindari seafood sepenuhnya. Namun, kelompok berikut harus lebih berhati-hati:
- Penderita kolesterol LDL tinggi
- Riwayat penyakit jantung, stroke, atau hipertensi
- Orang dengan obesitas
- Mereka yang mengonsumsi makanan tinggi lemak hampir setiap hari
- Individu dengan gangguan hati atau metabolisme lemak
Meskipun begitu, dengan cara mengolah yang tepat, beberapa seafood tetap bisa dikonsumsi dengan aman.

Tips Aman Menikmati Seafood Tanpa Menaikkan Kolesterol
- Pilih cara memasak rendah lemak: kukus, rebus, panggang.
- Batasi porsi: 85–100 gram per porsi sudah cukup.
- Sebarkan konsumsi sepanjang minggu, jangan makan 2–3 jenis seafood tinggi kolesterol dalam satu waktu.
- Kombinasikan dengan sayuran hijau untuk membantu metabolisme lemak.
- Hindari saus tinggi lemak seperti mentega, keju, krim, atau santan.
- Perhatikan sumber seafood, pastikan segar dan bukan dari perairan tercemar.
- Periksa kadar kolesterol rutin bila Anda penggemar seafood.
Kesimpulan
Seafood pada dasarnya merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang bermanfaat bagi tubuh. Namun beberapa jenis makanan laut memiliki kadar kolesterol tinggi sehingga harus dikonsumsi dengan bijak, terutama bagi mereka yang memiliki masalah jantung atau kolesterol.
Udang, cumi, kepiting, lobster, kerang, gurita, dan telur ikan adalah makanan laut yang perlu dikontrol porsinya. Selama dikonsumsi dengan cara masak yang tepat dan tidak berlebihan, Anda tetap bisa menikmati cita rasa lezat seafood tanpa membahayakan kesehatan.
Mengatur pola makan bukan berarti harus berhenti makan makanan favorit—cukup dilakukan dengan lebih cerdas dan seimbang.