Asupan makanan bergizi dan cairan yang cukup dapat membantu tubuh memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pemulihan saat demam.
Demam sering membuat tubuh terasa tidak nyaman. Suhu tubuh meningkat, badan menjadi lemas, kepala terasa berat, dan nafsu makan pun terkadang ikut menurun.
Dalam kondisi seperti ini, makanan mungkin menjadi hal terakhir yang ingin dipikirkan.
Padahal, asupan makanan dan cairan tetap penting ketika tubuh sedang menghadapi penyakit. Tubuh membutuhkan energi dan zat gizi untuk menjalankan berbagai fungsi, sementara kehilangan cairan akibat berkeringat atau demam dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
Bukan berarti ada makanan tertentu yang bisa langsung “menurunkan demam” atau menyembuhkan penyebabnya. Namun, pilihan makanan yang tepat dapat membantu memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, mineral, dan cairan selama masa pemulihan.
Karena itu, ketika sedang demam, jangan hanya memikirkan makanan yang mengenyangkan.
Pilih makanan yang mudah dikonsumsi, bergizi, cukup cairan, dan sesuai dengan kondisi tubuh.
Berikut tujuh pilihan yang bisa dipertimbangkan.
1. Sup Ayam Hangat, Mudah Dimakan Saat Tubuh Lemas
Sup ayam merupakan salah satu menu yang cukup populer ketika seseorang sedang sakit.
Alasannya sederhana.
Teksturnya lembut, mengandung cairan, dan dapat memberikan kombinasi protein serta sejumlah zat gizi dari bahan yang digunakan.
Kuah hangat juga dapat terasa lebih nyaman ketika nafsu makan sedang turun.
Namun, manfaat sup ayam bukan berarti berasal dari kuahnya sebagai “obat demam”.
Yang lebih penting adalah kandungan makanan secara keseluruhan.
Ayam menyediakan protein, sedangkan sayuran dapat menambah asupan vitamin, mineral, dan serat.
Cara membuat sup ayam lebih sehat
Gunakan:
- Daging ayam tanpa terlalu banyak kulit.
- Wortel.
- Kentang secukupnya.
- Labu atau sayuran lain.
- Bumbu sederhana.
- Garam secukupnya.
Tidak perlu membuat kuah terlalu asin.
Jika tenggorokan sedang tidak nyaman, hindari tambahan cabai atau bumbu yang terlalu kuat apabila justru membuat tubuh semakin tidak nyaman.
2. Telur, Sumber Protein yang Praktis
Ketika demam, tubuh tetap membutuhkan protein.
Protein berperan dalam berbagai proses penting di dalam tubuh, termasuk pemeliharaan dan perbaikan jaringan.
Telur dapat menjadi pilihan yang praktis karena mudah dimasak dan relatif mudah dikombinasikan dengan makanan lain.
Telur rebus, telur kukus, atau telur orak-arik dengan sedikit minyak bisa menjadi pilihan.
Bagi orang yang sedang kehilangan selera makan, telur juga dapat dikonsumsi bersama nasi atau bubur dalam porsi kecil.
Kenapa protein penting saat sakit?
Ketika tubuh sedang mengalami infeksi atau kondisi sakit lainnya, kebutuhan energi dan zat gizi tetap perlu diperhatikan.
Jika seseorang terlalu sedikit makan selama beberapa hari, tubuh dapat kekurangan energi dan protein.
Karena itu, meskipun nafsu makan menurun, usahakan tetap mendapatkan sumber protein dalam jumlah yang sesuai.
3. Pisang, Buah yang Praktis dan Mudah Dikonsumsi
Pisang bisa menjadi pilihan ketika tubuh sedang tidak terlalu berselera makan.
Buah ini tidak membutuhkan proses pengolahan yang rumit dan dapat langsung dikonsumsi.
Pisang juga menyediakan karbohidrat sebagai sumber energi serta mengandung kalium dan beberapa vitamin serta mineral.
Teksturnya yang lembut membuat pisang relatif mudah dimakan.
Untuk sebagian orang, pisang juga lebih nyaman dibandingkan buah yang memiliki rasa sangat asam.
Pisang bisa dikombinasikan dengan makanan lain
Jika nafsu makan masih cukup baik, pisang dapat ditambahkan ke:
- Oatmeal.
- Bubur.
- Yoghurt.
- Smoothie.
- Roti gandum.
Namun, jika sedang mengalami gangguan pencernaan tertentu, perhatikan respons tubuh setelah mengonsumsi pisang.
Tidak ada satu jenis buah yang pasti cocok untuk semua orang.
4. Bubur, Pilihan Saat Nafsu Makan Menurun
Bubur sering menjadi pilihan ketika seseorang sedang demam.
Teksturnya lembut dan biasanya lebih mudah dikonsumsi dibandingkan makanan yang keras atau terlalu berminyak.
Bubur juga bisa dikombinasikan dengan berbagai bahan bergizi.
Misalnya:
Bubur + ayam + telur + sayuran.
Kombinasi tersebut dapat memberikan karbohidrat dan protein sekaligus.
Namun, sebaiknya jangan membuat bubur terlalu banyak menggunakan kerupuk, gorengan, kecap manis, atau topping tinggi garam.
Tujuan utamanya adalah membuat makanan yang cukup bergizi tetapi tetap mudah dikonsumsi.
5. Oatmeal, Sumber Energi dan Serat
Oatmeal bisa menjadi alternatif apabila sedang bosan dengan nasi atau bubur.
Makanan ini mengandung karbohidrat dan serat yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi.
Oatmeal juga mudah dimodifikasi.
Tambahkan pisang, buah yang sesuai dengan toleransi tubuh, atau sedikit kacang untuk meningkatkan kandungan gizinya.
Jika tenggorokan terasa sakit, oatmeal yang dibuat lebih lembut dan tidak terlalu panas dapat menjadi pilihan yang nyaman.
Jangan terlalu banyak gula
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah membuat oatmeal sangat manis.
Menambahkan gula dalam jumlah berlebihan tidak diperlukan.
Gunakan buah matang untuk memberikan rasa manis alami jika cocok dengan kondisi tubuh.
6. Yogurt, Pilihan yang Bisa Menambah Protein
Yogurt dapat menjadi pilihan makanan ketika tubuh membutuhkan makanan yang lembut dan praktis.
Produk susu fermentasi tertentu mengandung protein dan bakteri hidup yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan.
Namun, tidak semua orang cocok dengan yogurt.
Orang yang memiliki intoleransi laktosa atau sensitif terhadap produk susu mungkin justru mengalami kembung atau gangguan pencernaan setelah mengonsumsinya.
Karena itu, perhatikan respons tubuh.
Pilih yogurt dengan bijak
Jika ingin mengonsumsi yogurt saat demam, pilih produk yang tidak terlalu tinggi gula tambahan.
Yogurt tawar dapat dipadukan dengan pisang atau buah lain yang cocok.
Hindari menjadikan yogurt sebagai makanan penutup yang dipenuhi gula, sirup, atau topping manis berlebihan.
7. Buah dengan Kandungan Air Tinggi
Selain makanan utama, buah juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan dan zat gizi.
Beberapa buah memiliki kandungan air yang cukup tinggi, seperti semangka dan melon.
Buah dapat menjadi pilihan ketika seseorang merasa sulit mengonsumsi makanan dalam jumlah besar.
Namun, buah bukan pengganti minuman.
Ketika demam, asupan cairan tetap harus menjadi perhatian utama.
Air putih tetap menjadi pilihan sederhana.
Selain itu, kuah sup dan minuman lain yang sesuai kondisi tubuh juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan.
Mengapa Cairan Sangat Penting Saat Demam?
Salah satu hal yang sering terlupakan ketika demam adalah kebutuhan cairan.
Suhu tubuh yang meningkat dapat membuat seseorang lebih banyak berkeringat.
Jika asupan cairan tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami dehidrasi.
Tanda-tanda dehidrasi dapat berupa:
- Mulut terasa kering.
- Rasa haus berlebihan.
- Urine berwarna lebih gelap.
- Buang air kecil lebih jarang.
- Tubuh terasa lemas.
- Pusing.
Karena itu, jangan hanya berfokus pada makanan.
Minum secara berkala juga penting selama tubuh sedang mengalami demam.
Jika muntah atau diare juga terjadi, kebutuhan cairan dapat menjadi lebih besar dan penanganannya mungkin membutuhkan perhatian khusus.
Bagaimana Jika Nafsu Makan Hilang Saat Demam?
Nafsu makan yang menurun cukup umum ketika seseorang sedang sakit.
Memaksakan satu porsi besar makanan terkadang justru membuat mual.
Sebagai gantinya, cobalah makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.
Misalnya:
Pagi
Bubur dengan telur.
Pertengahan pagi
Pisang.
Siang
Sup ayam dan nasi dalam porsi kecil.
Sore
Yogurt atau buah.
Malam
Oatmeal atau sup dengan sumber protein.
Pola tersebut hanya contoh.
Kebutuhan setiap orang berbeda dan perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Jangan Memaksa Makan Terlalu Banyak Sekaligus
Saat sehat, makan tiga kali sehari dalam porsi normal mungkin terasa mudah.
Namun ketika demam, kondisi bisa berbeda.
Mual, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, atau rasa tidak nyaman di tubuh dapat membuat makanan terasa kurang menarik.
Dalam situasi seperti ini, jangan memaksakan makanan dalam jumlah besar sekaligus.
Lebih baik mengambil beberapa sendok terlebih dahulu.
Jika tubuh dapat menerimanya, lanjutkan secara perlahan.
Yang penting adalah tetap berusaha memenuhi kebutuhan energi dan cairan.
Apakah Makanan Pedas Bisa Menurunkan Demam?
Anggapan bahwa makanan pedas dapat “mengeluarkan keringat” sehingga demam cepat hilang tidak selalu tepat.
Makanan pedas memang dapat membuat tubuh terasa panas dan memicu keringat.
Namun, hal tersebut bukan berarti penyebab demam telah diatasi.
Bahkan pada sebagian orang, makanan pedas dapat membuat lambung terasa tidak nyaman.
Jika sedang mengalami mual, gangguan lambung, atau tenggorokan yang sakit, makanan pedas justru mungkin terasa lebih mengganggu.
Jadi, tidak perlu memaksakan makanan pedas ketika sedang demam.
Bagaimana dengan Gorengan?
Gorengan memang mudah ditemukan dan sering menjadi makanan favorit.
Namun, saat sedang sakit, makanan tinggi lemak terkadang terasa lebih berat bagi pencernaan.
Bagi orang yang mengalami mual atau gangguan pencernaan, makanan berminyak dapat membuat rasa tidak nyaman semakin terasa.
Karena itu, makanan yang dimasak dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang dapat menjadi alternatif.
Bukan berarti gorengan otomatis menjadi makanan terlarang.
Yang penting adalah menyesuaikan dengan kondisi tubuh dan tidak menjadikannya pilihan utama ketika sedang dalam masa pemulihan.
Apakah Minuman Dingin Harus Dihindari?
Tidak ada aturan umum bahwa orang demam harus selalu menghindari minuman dingin.
Yang lebih penting adalah apakah minuman tersebut membuat tubuh merasa nyaman.
Pada sebagian orang, minuman dingin dapat terasa menyegarkan.
Sementara pada orang lain, terutama yang mengalami sakit tenggorokan, minuman dengan suhu tertentu mungkin terasa kurang nyaman.
Jadi, pilih suhu minuman yang paling nyaman bagi tubuh.
Yang perlu dihindari adalah minuman dengan kandungan gula tambahan yang sangat tinggi jika dikonsumsi terlalu sering.
Bolehkah Minum Jus Saat Demam?
Jus buah dapat menjadi salah satu cara mengonsumsi buah.
Namun, buah utuh umumnya lebih baik untuk mendapatkan serat dibandingkan jus yang sudah disaring.
Jika membuat jus, sebaiknya jangan menambahkan gula secara berlebihan.
Selain itu, hindari mengandalkan jus sebagai satu-satunya sumber nutrisi.
Tubuh tetap membutuhkan protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, mineral, dan cairan dalam jumlah yang sesuai.
Makanan yang Sebaiknya Dibatasi Saat Demam
Tidak ada daftar makanan yang wajib dihindari oleh semua orang ketika demam.
Namun, beberapa jenis makanan mungkin lebih sulit ditoleransi, terutama ketika muncul keluhan pencernaan.
Pertimbangkan untuk membatasi:
- Makanan sangat pedas.
- Makanan sangat berminyak.
- Makanan tinggi gula.
- Minuman beralkohol.
- Minuman berkafein dalam jumlah berlebihan.
- Makanan yang membuat mual atau perut tidak nyaman.
Jika suatu makanan selalu membuat kondisi terasa lebih buruk, tidak perlu memaksakan diri mengonsumsinya hanya karena makanan tersebut dianggap sehat.
Benarkah Sup Ayam Bisa Menyembuhkan Demam?
Sup ayam sering disebut sebagai “obat tradisional” ketika seseorang sakit.
Namun, penting membedakan antara membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan menyembuhkan penyebab penyakit.
Sup ayam dapat memberikan cairan, protein, energi, dan beberapa zat gizi.
Itu membuatnya menjadi pilihan makanan yang baik ketika seseorang sedang tidak enak badan.
Tetapi sup ayam tidak dapat dianggap sebagai obat untuk semua penyebab demam.
Jika demam disebabkan oleh infeksi atau kondisi medis tertentu, penyebabnya tetap perlu ditangani sesuai diagnosis.
Jangan Hanya Mengandalkan Makanan
Makanan bergizi memang penting.
Tetapi pemulihan saat demam juga dipengaruhi oleh banyak hal lain.
Tubuh membutuhkan:
- Istirahat yang cukup.
- Cairan yang memadai.
- Makanan bergizi.
- Kebersihan diri.
- Pemantauan gejala.
- Pengobatan jika memang diperlukan.
Jika demam disebabkan oleh infeksi tertentu, tubuh mungkin membutuhkan waktu untuk mengatasinya.
Jadi, jangan mengharapkan satu makanan dapat membuat seseorang langsung sembuh.
Kapan Demam Harus Diperiksakan?
Sebagian demam dapat membaik dengan perawatan di rumah.
Namun, ada kondisi yang membutuhkan pemeriksaan medis.
Segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila demam:
- Berlangsung cukup lama atau semakin memburuk.
- Disertai sesak napas.
- Disertai nyeri dada.
- Disertai kebingungan atau penurunan kesadaran.
- Disertai kejang.
- Disertai muntah terus-menerus.
- Menyebabkan sulit minum.
- Disertai tanda dehidrasi berat.
- Disertai ruam yang mengkhawatirkan.
- Terjadi pada bayi atau anak kecil dengan kondisi yang membuat orang tua khawatir.
Khusus pada bayi yang masih sangat kecil, demam memerlukan perhatian medis lebih serius.
Jangan menunda pemeriksaan hanya karena anak masih terlihat aktif.
Apa yang Perlu Dilakukan Jika Demam Disertai Muntah?
Situasinya sedikit berbeda.
Jika seseorang demam sekaligus muntah, makanan dalam jumlah besar mungkin sulit diterima tubuh.
Prioritas awal adalah mempertahankan asupan cairan sedikit demi sedikit.
Minum terlalu banyak sekaligus dapat memicu muntah kembali pada sebagian orang.
Cobalah minum dalam jumlah kecil tetapi lebih sering.
Jika muntah terus terjadi dan cairan tidak dapat dipertahankan, risiko dehidrasi meningkat.
Dalam kondisi seperti itu, pemeriksaan medis mungkin diperlukan.
Makanan untuk Pemulihan Harus Disesuaikan dengan Kondisi Tubuh
Tidak semua orang membutuhkan menu yang sama ketika sedang demam.
Orang yang mengalami diare mungkin membutuhkan pendekatan berbeda dari orang yang hanya mengalami demam ringan.
Begitu pula seseorang yang memiliki diabetes, penyakit ginjal, gangguan lambung, alergi makanan, atau kondisi kesehatan tertentu.
Karena itu, daftar makanan di atas sebaiknya dianggap sebagai pilihan umum, bukan aturan medis yang berlaku untuk semua orang.
Contoh Menu Sehari Saat Demam
Berikut contoh menu sederhana yang bisa menjadi inspirasi.
Sarapan
Bubur ayam dengan telur dan sayuran yang dimasak lembut.
Camilan pagi
Pisang matang.
Makan siang
Nasi, sup ayam, dan sayuran.
Camilan sore
Yogurt yang sesuai dengan toleransi tubuh.
Makan malam
Oatmeal dengan pisang atau sup sayuran dengan sumber protein.
Sepanjang hari
Air putih secara berkala sesuai kebutuhan.
Menu tersebut dapat diubah sesuai selera, kondisi kesehatan, dan kemampuan tubuh menerima makanan.
Jangan Lupa Istirahat
Ada satu hal yang tidak kalah penting dari makanan: istirahat.
Ketika tubuh sedang melawan penyakit, memaksakan aktivitas berat dapat membuat tubuh terasa semakin lelah.
Jika memungkinkan, kurangi aktivitas yang tidak perlu dan berikan kesempatan kepada tubuh untuk beristirahat.
Tidur yang cukup juga membantu menjaga fungsi tubuh selama masa pemulihan.
Namun, jika seseorang justru mengalami kelemahan berat, sulit dibangunkan, kebingungan, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, kondisi tersebut bukan sekadar alasan untuk tidur lebih lama.
Segera cari bantuan medis.
Kesimpulan
Demam dapat membuat tubuh kehilangan energi dan menurunkan nafsu makan. Karena itu, memilih makanan yang tepat menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung proses pemulihan.
Tujuh makanan yang bisa menjadi pilihan saat demam adalah:
- Sup ayam
- Telur
- Pisang
- Bubur
- Oatmeal
- Yogurt
- Buah dengan kandungan air tinggi
Makanan tersebut bukan obat untuk menghilangkan demam.
Namun, jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang, makanan tersebut dapat membantu memenuhi energi, protein, cairan, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Yang tidak kalah penting adalah tetap memenuhi kebutuhan cairan, cukup beristirahat, dan tidak memaksakan makanan dalam jumlah besar ketika nafsu makan sedang turun.
Jika sulit makan, cobalah porsi kecil tetapi lebih sering.
Dan apabila demam berlangsung lama, semakin tinggi, atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, jangan hanya mengandalkan makanan.
Kenali penyebabnya dan konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan.
Pada akhirnya, makanan yang baik saat demam bukanlah makanan yang paling mahal atau paling banyak khasiatnya menurut klaim di media sosial.
Yang lebih penting adalah makanan yang bergizi, mudah dikonsumsi, cukup cairan, dan dapat diterima tubuh selama masa pemulihan.
Baca juga artikel ini: NOYA X 80 PROOF PIK 2: Superclub Baru di PIK 2 dengan Standar Hiburan Kelas Dunia