Jakarta – Banyak orang menyalahkan “tulang besar” sebagai alasan berat badan sulit turun. Istilah ini sering digunakan untuk menjelaskan mengapa seseorang tampak lebih berisi meski sudah berolahraga atau menjaga pola makan. Namun, benarkah tulang besar benar-benar membuat tubuh sulit kurus?
Tulang Besar Memang Ada, Tapi Pengaruhnya Kecil
Secara anatomi, memang benar ada perbedaan ukuran kerangka tubuh manusia — kecil, sedang, dan besar. Namun, menurut penelitian medis, perbedaan tersebut tidak terlalu signifikan terhadap berat badan seseorang.
“Perbedaan ukuran tulang hanya menyumbang sekitar 15 persen dari total berat badan. Jadi, kalau seseorang kelebihan berat 10 kilogram, tulang besar hanya menjelaskan sebagian kecil saja,” jelas dr. Rani Kusuma, spesialis gizi klinik di Jakarta.
Dengan kata lain, berat tulang besar tidak serta-merta membuat seseorang sulit menurunkan berat badan. Faktor utama tetap berasal dari lemak tubuh, pola makan, dan kebiasaan hidup.
Faktor yang Sebenarnya Mempengaruhi Berat Badan
Berat badan ideal dipengaruhi oleh keseimbangan antara kalori yang masuk dan energi yang dikeluarkan. Saat asupan kalori lebih besar daripada kebutuhan tubuh, sisa energi disimpan sebagai lemak. Hal inilah yang menyebabkan peningkatan berat badan, bukan karena ukuran tulang.
Selain itu, ada sejumlah faktor lain yang berperan besar terhadap naik turunnya berat badan, di antaranya:
- Genetika: faktor keturunan dapat memengaruhi kecepatan metabolisme dan distribusi lemak di tubuh.
- Pola makan: konsumsi makanan tinggi kalori, gula, dan lemak jenuh mempercepat penambahan berat badan.
- Aktivitas fisik: gaya hidup sedentari atau kurang gerak menurunkan pembakaran energi harian.
- Kualitas tidur: kurang tidur dapat mengganggu hormon pengatur nafsu makan seperti leptin dan ghrelin.
- Stres: stres kronis mendorong tubuh memproduksi kortisol, hormon yang bisa meningkatkan penyimpanan lemak.
“Jadi kalau berat badan susah turun, bukan karena tulang besar, tapi karena pola hidup yang belum seimbang,” tambah dr. Rani.
Cara Mengetahui Ukuran Tulang Tubuh
Bagi yang penasaran apakah dirinya bertulang besar atau tidak, ada cara sederhana untuk mengetahuinya. Salah satunya dengan mengukur lingkar pergelangan tangan menggunakan pita ukur, lalu dibandingkan dengan tinggi badan.
- Tulang kecil: lingkar pergelangan tangan < 15 cm (untuk wanita) atau < 17 cm (untuk pria)
- Tulang sedang: 15–16,5 cm (wanita) atau 17–19 cm (pria)
- Tulang besar: > 16,5 cm (wanita) atau > 19 cm (pria)
Meskipun hasilnya menunjukkan tulang besar, hal itu tidak berarti seseorang akan lebih gemuk. Ukuran tulang hanya mempengaruhi bentuk tubuh, bukan lemak yang menumpuk di bawah kulit.
Tips Menurunkan Berat Badan dengan Sehat
Bagi mereka yang berjuang menurunkan berat badan, fokus utama sebaiknya bukan mencari alasan biologis, melainkan membangun kebiasaan sehat yang konsisten. Berikut tips dari ahli gizi untuk menjaga berat badan ideal:
- Perbanyak konsumsi sayuran, buah, dan protein rendah lemak.
- Kurangi minuman manis dan makanan olahan tinggi kalori.
- Lakukan olahraga rutin minimal 30 menit setiap hari.
- Perhatikan porsi makan dan waktu tidur yang cukup.
- Catat asupan kalori harian agar lebih terkontrol.
“Perubahan kecil yang konsisten jauh lebih efektif daripada diet ketat yang tidak bertahan lama,” kata dr. Rani.
Tetap Percaya Diri dengan Bentuk Tubuh
Selain menjaga pola hidup sehat, penting juga untuk membangun kepercayaan diri terhadap bentuk tubuh. Ukuran tubuh besar tidak selalu berarti tidak sehat. Yang paling penting adalah kadar lemak tubuh, kebugaran, dan keseimbangan nutrisi.
Psikolog klinis Irma Lestari menegaskan bahwa tekanan sosial sering kali membuat seseorang merasa bersalah atas bentuk tubuhnya. “Padahal setiap orang punya proporsi tubuh berbeda. Fokuslah pada kesehatan, bukan sekadar angka di timbangan,” ujarnya.
Mitos “tulang besar bikin susah kurus” pun kini terbantahkan. Yang menentukan bukan seberapa besar tulang, tapi seberapa besar niat untuk hidup lebih sehat.
Karena pada akhirnya, tubuh ideal bukan hanya soal bentuk — tapi juga keseimbangan antara fisik dan mental yang sehat.