Sering merasa perut kembung, begah atau tidak nyaman setelah makan? Jangan langsung menganggapnya sepele. Ada sejumlah makanan dan minuman yang pada sebagian orang dapat memicu gas, mulas atau gangguan pencernaan. Kenali 9 jenisnya dan perhatikan respons tubuh Anda.
Perut terasa penuh, begah, kembung, sering bersendawa atau tiba-tiba mulas setelah makan tentu bisa mengganggu aktivitas. Banyak orang langsung menganggap kondisi tersebut sebagai tanda bahwa mereka terlalu banyak makan. Padahal, makanan yang dikonsumsi juga dapat berperan dalam munculnya rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
Menariknya, makanan yang memicu keluhan pada satu orang belum tentu memberikan efek yang sama pada orang lain. Sistem pencernaan setiap orang memiliki toleransi yang berbeda. Ada yang baik-baik saja setelah mengonsumsi susu, tetapi ada pula yang langsung mengalami kembung atau diare.
Begitu pula dengan makanan berlemak, makanan pedas, kacang-kacangan hingga buah tertentu. Pada sebagian orang, makanan tersebut dapat meningkatkan gas atau memperburuk keluhan pencernaan yang sudah ada.
Karena itu, bukan berarti semua makanan berikut harus dihindari sepenuhnya. Yang lebih penting adalah mengenali makanan yang bikin perut tidak nyaman pada tubuh masing-masing dan memperhatikan pola kemunculan gejalanya.
Lantas, apa saja jenis makanan yang perlu diperhatikan?
1. Makanan yang Digoreng dan Tinggi Lemak
Gorengan memang sulit ditolak. Bakwan, tahu goreng, ayam goreng, kentang goreng hingga makanan cepat saji sering menjadi pilihan praktis ketika lapar.
Namun, makanan yang tinggi lemak dapat membuat sebagian orang merasa perut lebih penuh, begah atau tidak nyaman setelah makan.
Makanan berlemak juga cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk diproses dibandingkan makanan yang lebih ringan. Pada orang tertentu, kondisi ini dapat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dan memicu sensasi penuh di perut.
Tidak hanya gorengan, makanan bersantan pekat, daging dengan banyak lemak dan makanan cepat saji juga perlu diperhatikan apabila setiap kali mengonsumsinya perut terasa tidak nyaman.
Tips: bukan berarti harus berhenti mengonsumsi lemak. Pilih sumber lemak yang lebih sehat dan batasi makanan yang terlalu berminyak atau digoreng berulang kali.
2. Makanan Pedas
Sambal dan makanan pedas merupakan bagian dari kebiasaan makan banyak orang Indonesia. Bagi sebagian orang, makanan pedas tidak menimbulkan masalah.
Namun, pada orang tertentu, makanan pedas dapat memperburuk rasa panas di perut, mulas atau gejala refluks.
Terlebih jika makanan pedas dikombinasikan dengan minyak dalam jumlah banyak, makanan berlemak atau dimakan dalam porsi besar.
Jika Anda sering mengalami perut terasa panas atau tidak nyaman setelah makan makanan pedas, coba kurangi intensitas pedas selama beberapa waktu. Perhatikan apakah keluhan ikut berkurang.
3. Minuman Bersoda dan Makanan yang Mengandung Banyak Gas
Minuman berkarbonasi bukan makanan, tetapi sering dikonsumsi bersamaan dengan makanan dan dapat berkontribusi terhadap keluhan perut.
Gelembung gas dari minuman bersoda dapat meningkatkan jumlah udara di dalam saluran pencernaan. Akibatnya, sebagian orang bisa lebih sering bersendawa atau merasa perut penuh dan kembung.
Selain minuman bersoda, kebiasaan makan terlalu cepat juga dapat membuat seseorang menelan lebih banyak udara.
Karena itu, apabila perut sering terasa begah setelah makan, bukan hanya jenis makanan yang perlu diperhatikan. Cara makan dan jenis minuman yang menyertainya juga penting.
4. Susu dan Produk Olahannya pada Orang dengan Intoleransi Laktosa
Susu sebenarnya merupakan sumber protein dan kalsium yang baik. Namun, tidak semua orang dapat mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu dan produk olahannya dengan baik.
Pada orang yang mengalami intoleransi laktosa, konsumsi susu atau makanan tertentu yang mengandung laktosa dapat menyebabkan:
- perut kembung,
- banyak gas,
- mulas,
- perut berbunyi,
- mual,
- hingga diare.
Keluhan biasanya muncul setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa.
Yang perlu dipahami, intoleransi laktosa tidak selalu berarti seseorang harus menghindari seluruh produk susu. Banyak orang masih dapat mengonsumsi sejumlah laktosa tanpa mengalami keluhan berarti.
Jika setiap kali minum susu perut bermasalah, sebaiknya jangan langsung menghilangkan semua produk susu dari pola makan. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui pilihan yang sesuai sekaligus memastikan kebutuhan kalsium dan vitamin D tetap terpenuhi.
5. Kacang-Kacangan dan Polong-Polongan
Kacang merah, kacang tanah, kacang hijau, buncis, kacang polong dan lentil memiliki banyak manfaat karena mengandung protein nabati, serat, vitamin serta mineral.
Namun, pada sebagian orang, makanan tersebut dapat meningkatkan produksi gas di dalam usus.
Hal ini berkaitan dengan jenis karbohidrat tertentu yang tidak sepenuhnya dicerna di bagian awal saluran pencernaan. Ketika mencapai usus besar, karbohidrat tersebut dapat difermentasi oleh bakteri dan menghasilkan gas.
Akibatnya, sebagian orang mungkin merasakan perut lebih kembung atau sering buang angin setelah makan kacang-kacangan dalam jumlah banyak.
Bukan berarti kacang harus dihindari. Salah satu cara yang dapat dicoba adalah mengatur porsinya dan meningkatkan konsumsinya secara bertahap jika tubuh belum terbiasa dengan asupan serat yang tinggi.
6. Sayuran dari Kelompok Kubis-Kubisan
Sayuran seperti brokoli, kembang kol, kubis dan beberapa sayuran sejenis dikenal kaya serat serta berbagai zat gizi.
Namun, makanan sehat pun tetap bisa menyebabkan perut tidak nyaman pada sebagian orang.
Kelompok sayuran tersebut mengandung karbohidrat dan serat tertentu yang dapat difermentasi oleh bakteri di usus. Proses tersebut menghasilkan gas.
Jika Anda mudah kembung, mengonsumsi sayuran dalam porsi sangat besar secara tiba-tiba dapat membuat keluhan semakin terasa.
Solusinya bukan berhenti makan sayuran, melainkan menyesuaikan porsi dengan kemampuan tubuh. Peningkatan asupan serat juga sebaiknya dilakukan secara bertahap.
7. Apel, Pir dan Buah Tertentu
Buah sering dianggap sebagai makanan yang selalu aman untuk pencernaan. Memang, buah merupakan bagian penting dari pola makan sehat. Namun, beberapa jenis buah dapat memicu gas atau kembung pada orang yang sensitif.
Apel dan pir, misalnya, mengandung jenis karbohidrat tertentu yang pada sebagian orang lebih sulit dicerna secara sempurna.
Selain buah utuh, jus buah dalam jumlah besar juga dapat menjadi masalah bagi sebagian orang, terutama jika mengandung gula tertentu dalam jumlah tinggi.
Jika perut sering terasa penuh setelah makan buah, coba catat jenis buah, jumlah yang dikonsumsi dan kapan gejala muncul.
Dengan cara tersebut, Anda bisa mengetahui apakah masalahnya berkaitan dengan buah tertentu atau justru jumlah konsumsi yang terlalu banyak.
8. Permen dan Produk “Bebas Gula” dengan Pemanis Tertentu
Label “bebas gula” tidak selalu berarti makanan tersebut bebas dari kemungkinan menyebabkan gangguan pencernaan.
Beberapa permen, permen karet, minuman rendah kalori dan produk tanpa gula menggunakan pemanis yang termasuk kelompok gula alkohol, seperti sorbitol, manitol, xylitol atau maltitol.
Pada sebagian orang, konsumsi pemanis tersebut dalam jumlah cukup banyak dapat menyebabkan gas, kembung atau bahkan diare.
Karena itu, jangan hanya melihat jumlah gula pada label makanan. Perhatikan juga daftar bahan yang digunakan.
Jika Anda merasa perut bermasalah setelah mengonsumsi permen atau makanan rendah gula tertentu, coba hentikan sementara dan lihat apakah keluhan berkurang.
9. Kopi dan Makanan atau Minuman Berkafein
Kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang, terutama pada pagi hari.
Namun, pada sebagian orang yang memiliki masalah pencernaan tertentu, kopi dan sumber kafein lainnya dapat memperburuk keluhan seperti rasa tidak nyaman di perut atau gejala refluks.
Efeknya tidak sama pada semua orang. Ada yang dapat minum kopi setiap hari tanpa masalah, sementara orang lain justru merasakan perut mulas atau panas setelah mengonsumsinya.
Karena itu, jika perut sering bermasalah setelah minum kopi, cobalah memperhatikan jumlah konsumsi dan waktu minumnya.
Hindari menjadikan kopi sebagai satu-satunya penyebab tanpa melihat faktor lain seperti pola makan, ukuran porsi, makanan pendamping dan kebiasaan berbaring setelah makan.
Mengapa Makanan yang Sama Bisa Berbeda Efeknya pada Setiap Orang?
Ini merupakan hal penting yang sering dilupakan.
Tidak ada daftar makanan yang secara otomatis akan menyebabkan perut bermasalah pada semua orang.
Kondisi pencernaan, jumlah makanan yang dikonsumsi, kecepatan makan, kebiasaan sehari-hari dan adanya kondisi tertentu seperti intoleransi laktosa atau sindrom iritasi usus dapat memengaruhi respons tubuh.
Misalnya, seseorang dapat makan semangkuk kacang-kacangan tanpa masalah. Namun, orang lain bisa langsung merasa kembung setelah mengonsumsi porsi yang sama.
Karena itu, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa suatu makanan “buruk untuk lambung” hanya karena pernah menyebabkan keluhan sekali.
Lebih baik lihat polanya.
Cara Mengetahui Makanan yang Membuat Perut Tidak Nyaman
Salah satu cara sederhana adalah membuat catatan makanan dan gejala.
Catat beberapa hal berikut selama beberapa hari:
- makanan dan minuman yang dikonsumsi,
- jumlah atau porsinya,
- waktu makan,
- waktu munculnya keluhan,
- jenis keluhan yang dirasakan,
- serta makanan yang tampaknya memperburuk gejala.
Misalnya, Anda mencatat bahwa setiap kali mengonsumsi susu dalam jumlah tertentu, dua hingga beberapa jam kemudian perut terasa kembung dan mulas.
Catatan seperti ini dapat membantu menemukan pola.
Namun, jangan melakukan diet eliminasi yang sangat ketat dalam jangka panjang tanpa arahan tenaga kesehatan. Menghilangkan terlalu banyak kelompok makanan dapat membuat asupan zat gizi menjadi tidak seimbang.
Jangan Langsung Menyalahkan Satu Makanan
Perut tidak nyaman setelah makan tidak selalu berarti makanan tersebut adalah penyebab tunggal.
Porsi makan yang terlalu besar, makan terlalu cepat, kurang tidur, stres, kebiasaan langsung berbaring setelah makan, serta kondisi pencernaan tertentu juga dapat berperan.
Misalnya, seseorang makan makanan berlemak dalam porsi besar sambil minum minuman bersoda dan makan dengan cepat. Jika kemudian perut terasa begah, belum tentu hanya satu bahan makanan yang menjadi penyebab.
Karena itu, pendekatan yang lebih masuk akal adalah melihat pola makan secara keseluruhan.
Bagaimana Agar Perut Lebih Nyaman Setelah Makan?
Selain memperhatikan makanan pemicu, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga kenyamanan pencernaan.
1. Jangan makan terlalu cepat
Makan dengan terburu-buru dapat membuat lebih banyak udara ikut tertelan. Kondisi ini bisa berkontribusi terhadap sendawa dan rasa penuh.
2. Perhatikan ukuran porsi
Porsi yang terlalu besar dapat membuat perut terasa sangat penuh. Cobalah mengatur jumlah makanan agar sesuai dengan kebutuhan.
3. Tingkatkan serat secara bertahap
Serat penting bagi kesehatan tubuh dan pencernaan. Namun, peningkatan serat secara mendadak dapat membuat sebagian orang lebih mudah mengalami gas dan kembung.
4. Kenali pemicu pribadi
Jangan hanya mengikuti daftar makanan yang sedang populer di internet. Tubuh setiap orang berbeda.
Jika suatu makanan sehat ternyata selalu membuat Anda tidak nyaman, diskusikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mencari alternatif yang tetap memenuhi kebutuhan nutrisi.
5. Perhatikan minuman
Bukan hanya makanan padat yang perlu diperhatikan. Minuman bersoda, minuman tinggi gula atau minuman berkafein tertentu juga dapat memengaruhi keluhan pencernaan pada sebagian orang.
Kapan Perut Tidak Nyaman Perlu Diperiksa?
Kembung atau begah sesekali setelah makan belum tentu menunjukkan masalah serius.
Namun, keluhan yang berlangsung terus-menerus, semakin berat atau mengganggu aktivitas sebaiknya tidak dianggap sepele.
Segera periksakan diri jika gangguan pencernaan disertai gejala seperti nyeri perut yang berat dan menetap, muntah berulang, muntah darah, sulit atau nyeri saat menelan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, tinja berwarna hitam, perut membesar terus-menerus, kehilangan nafsu makan, kulit atau mata menguning, maupun sesak atau nyeri di dada.
Keluhan pencernaan yang menetap dapat memiliki banyak penyebab dan tidak selalu berkaitan dengan makanan.
Kesimpulan
Makanan yang bikin perut tidak nyaman bukan hanya makanan pedas. Gorengan dan makanan tinggi lemak, susu pada orang dengan intoleransi laktosa, kacang-kacangan, sayuran tertentu, beberapa buah, minuman berkarbonasi, produk dengan gula alkohol hingga kopi dapat memicu keluhan pada sebagian orang.
Meski begitu, bukan berarti semua makanan tersebut harus dihindari. Sebagian besar merupakan makanan yang tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
Kuncinya adalah mengenali respons tubuh, memperhatikan porsi dan tidak menghilangkan kelompok makanan secara sembarangan.
Jika perut sering kembung, begah, mulas atau mengalami gangguan pencernaan berulang, membuat catatan makanan dan gejala dapat menjadi langkah awal untuk mencari pola. Bila keluhan menetap atau disertai tanda bahaya, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Baca juga artikel ini: NOYA X 80 PROOF PIK 2: Superclub Baru di PIK 2 dengan Standar Hiburan Kelas Dunia