Mau Kulit Lebih Terawat? Ini Waktu Terbaik dan Urutan Skincare Malam
Skincare malam jam berapa sebenarnya? Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi orang yang ingin mendapatkan hasil maksimal dari rutinitas perawatan kulit sebelum tidur.
Ada yang menganggap skincare harus dipakai tepat pukul 8 malam, sementara yang lain memilih menggunakannya sesaat sebelum memejamkan mata. Padahal, tidak ada satu jam khusus yang wajib menjadi patokan semua orang.
Yang lebih penting adalah kapan rutinitas dilakukan dan bagaimana urutan skincare malam diterapkan.
Setelah aktivitas seharian selesai, wajah sebaiknya dibersihkan dari kotoran, minyak, sisa sunscreen, makeup, dan berbagai residu yang menempel. Setelah itu, produk perawatan dapat digunakan sesuai kebutuhan kulit.
Dermatolog umumnya menyarankan urutan sederhana: membersihkan wajah terlebih dahulu, kemudian menggunakan produk perawatan atau obat kulit bila diperlukan, lalu moisturizer. Terlalu banyak produk juga justru dapat meningkatkan risiko iritasi.
Jadi, daripada sibuk mencari satu angka jam yang dianggap paling tepat, lebih baik memahami waktu dan urutan skincare malam yang benar.
Skincare malam jam berapa yang paling tepat?
Tidak ada aturan bahwa skincare malam harus dilakukan tepat pukul 7, 8, atau 9 malam.
Waktu terbaik adalah setelah aktivitas utama selesai, wajah sudah tidak akan banyak terkena kotoran atau keringat lagi, dan masih ada waktu sebelum tidur.
Misalnya, seseorang biasanya tidur pukul 22.00. Rutinitas skincare dapat dilakukan sekitar pukul 20.30–21.30 setelah mandi dan aktivitas hariannya selesai.
Namun, jika baru selesai beraktivitas pukul 23.00, tidak berarti skincare sudah terlambat.
Yang lebih penting adalah membersihkan wajah sebelum tidur dan menggunakan produk sesuai kebutuhan.
American Academy of Dermatology juga menyarankan mencuci wajah sebelum tidur untuk membantu menghilangkan makeup, kotoran, polusi, dan berbagai residu yang menempel sepanjang hari.
Jadi, konsistensi lebih penting daripada mengejar jam tertentu.
Mengapa skincare malam penting?
Pada malam hari, kulit tidak lagi berhadapan langsung dengan paparan lingkungan seperti pada siang hari.
Namun, itu bukan berarti kulit otomatis memperbaiki semua masalah tanpa bantuan perawatan.
Rutinitas malam dapat menjadi kesempatan untuk membersihkan wajah secara lembut, mempertahankan kelembapan, serta menggunakan produk yang ditujukan untuk masalah kulit tertentu.
Bagi orang yang menggunakan retinoid atau retinol, malam hari sering menjadi waktu penggunaannya. Retinoid dapat membantu menangani masalah seperti jerawat, tekstur kulit, garis halus, dan noda tertentu, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.
Karena itu, rutinitas malam tidak perlu dibuat terlalu rumit.
Sedikit produk yang tepat dan digunakan secara konsisten sering kali lebih masuk akal daripada menumpuk banyak produk sekaligus.
Urutan skincare malam yang tepat
Lantas, bagaimana urutan skincare malam yang benar?
Secara umum, rutinitas sederhana dapat dilakukan dengan urutan berikut.
1. Hapus makeup dan sunscreen
Jika menggunakan makeup atau sunscreen sepanjang hari, langkah pertama adalah membersihkannya.
Makeup yang dibiarkan hingga tidur dapat bercampur dengan minyak, keringat, debu, dan kotoran yang menempel di wajah.
Gunakan pembersih makeup atau cleansing product yang sesuai dengan jenis kulit bila diperlukan.
Setelah itu, lanjutkan dengan facial cleanser.
Bagi sebagian orang, terutama yang menggunakan makeup cukup tebal atau sunscreen tertentu, metode double cleansing dapat membantu membersihkan wajah secara lebih menyeluruh.
Namun, double cleansing bukan kewajiban bagi semua orang.
Jika kulit terasa kering, perih, atau mudah mengalami iritasi, terlalu banyak membersihkan wajah justru dapat membuat kondisi kulit semakin tidak nyaman.
2. Cuci wajah dengan cleanser yang lembut
Setelah makeup dibersihkan, gunakan pembersih wajah yang sesuai dengan kondisi kulit.
Basahi wajah menggunakan air hangat suam-suam kuku, kemudian aplikasikan cleanser secara perlahan menggunakan ujung jari.
Tidak perlu menggosok wajah terlalu kuat.
Setelah selesai, bilas dan keringkan dengan cara menepuk-nepuk wajah menggunakan handuk bersih.
Dermatolog menyarankan pembersihan wajah secara lembut karena menggosok terlalu keras dapat menyebabkan iritasi.
Bagi kulit berminyak, bukan berarti harus menggunakan sabun wajah yang sangat keras.
Pembersih yang terlalu agresif justru dapat membuat kulit terasa kering dan teriritasi.
3. Gunakan toner jika memang diperlukan
Toner bukan produk yang wajib untuk semua orang.
Jika kulit cocok dengan toner tertentu, produk tersebut dapat digunakan setelah membersihkan wajah dan sebelum produk perawatan berikutnya.
Namun, hati-hati dengan toner yang mengandung bahan yang berpotensi membuat kulit kering atau iritasi.
Semakin banyak produk yang digunakan bukan berarti hasilnya semakin bagus.
Jika setelah menggunakan toner kulit terasa perih, tertarik, merah, atau semakin kering, sebaiknya evaluasi kembali penggunaannya.
4. Gunakan serum atau treatment sesuai kebutuhan
Setelah wajah bersih, produk treatment dapat digunakan sesuai masalah kulit yang ingin ditangani.
Contohnya adalah produk untuk hidrasi, jerawat, pigmentasi, atau tekstur kulit.
Namun, jangan menggunakan semua bahan aktif sekaligus.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam rutinitas skincare adalah menumpuk terlalu banyak bahan aktif karena berharap hasil lebih cepat.
Padahal, kombinasi tertentu dapat meningkatkan risiko iritasi.
Jika menggunakan produk obat atau treatment yang direkomendasikan dokter, ikuti petunjuk penggunaannya.
Secara umum, dermatolog menyarankan produk treatment atau obat kulit digunakan setelah membersihkan wajah, sebelum moisturizer.
5. Retinol atau retinoid digunakan pada malam hari
Retinol merupakan salah satu bahan yang cukup populer dalam skincare malam.
Bahan ini termasuk kelompok retinoid yang berasal dari vitamin A dan banyak digunakan untuk membantu menangani jerawat, garis halus, tekstur kulit, serta noda tertentu.
Karena dapat menyebabkan iritasi dan membuat kulit lebih sensitif, penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati.
Untuk pemula, jangan langsung menggunakannya setiap malam.
Frekuensi penggunaan dapat disesuaikan dengan toleransi kulit dan petunjuk produk atau tenaga kesehatan.
Jika kulit terasa sangat kering, merah, perih, atau mengelupas berlebihan, penggunaan perlu dievaluasi.
Perlu diperhatikan juga bahwa retinoid tidak dianjurkan untuk digunakan selama kehamilan. Jika sedang hamil atau merencanakan kehamilan, konsultasikan penggunaan produk retinoid dengan tenaga kesehatan.
6. Kunci dengan moisturizer
Moisturizer merupakan bagian penting dari rutinitas skincare malam.
Setelah membersihkan wajah dan menggunakan treatment yang diperlukan, aplikasikan pelembap untuk membantu mempertahankan kelembapan kulit.
Moisturizer dapat membantu mengurangi rasa kering dan mendukung skin barrier.
Bahkan orang dengan kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap. Yang perlu dilakukan adalah memilih tekstur dan formula yang sesuai.
Untuk kulit yang mudah berjerawat, produk dengan label non-comedogenic atau “won’t clog pores” dapat menjadi pilihan.
Sementara itu, kulit kering mungkin lebih nyaman menggunakan moisturizer dengan tekstur cream yang lebih kaya.
Tidak ada satu jenis moisturizer yang cocok untuk semua orang.
7. Lip balm untuk bagian bibir
Bibir juga sering terlupakan dalam rutinitas malam.
Jika bibir mudah kering atau pecah-pecah, gunakan lip balm atau produk pelembap bibir sebelum tidur.
Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga bibir tetap nyaman terutama ketika udara sedang kering atau seseorang sering berada di ruangan ber-AC.
Contoh urutan skincare malam yang simpel
Jika Anda tidak ingin menggunakan terlalu banyak produk, rutinitas malam sebenarnya bisa sangat sederhana.
Versi dasar:
- Hapus makeup dan sunscreen.
- Cleanser.
- Treatment atau serum sesuai kebutuhan.
- Moisturizer.
- Lip balm.
Untuk orang yang tidak menggunakan treatment khusus, cukup:
Cleanser → moisturizer.
Rutinitas sederhana tersebut sudah menjadi dasar yang baik.
Tidak perlu merasa harus memiliki sepuluh produk hanya karena melihat rutinitas skincare orang lain di media sosial.
American Academy of Dermatology juga menekankan bahwa menggunakan terlalu banyak produk dapat menyebabkan iritasi, terutama ketika beberapa produk anti-aging digunakan secara bersamaan.
Apakah skincare harus dipakai tepat sebelum tidur?
Tidak harus.
Justru ada alasan untuk tidak menunggu sampai benar-benar sudah berada di tempat tidur.
Jika seseorang melakukan skincare pukul 23.55 dan tidur pukul 00.00, secara umum tidak ada keuntungan khusus dibandingkan melakukan rutinitas sedikit lebih awal.
Yang penting adalah wajah sudah dibersihkan dan produk sudah digunakan sesuai urutan.
Melakukan skincare sekitar 30 menit sampai beberapa jam sebelum tidur dapat terasa lebih nyaman, terutama jika seseorang menggunakan beberapa produk.
Namun, tidak perlu menjadikan angka tersebut sebagai aturan medis.
Rutinitas yang konsisten jauh lebih penting daripada menit tertentu.
Kesalahan skincare malam yang sering dilakukan
Selain mengetahui urutan yang benar, penting juga mengenali kebiasaan yang justru dapat mengganggu kesehatan kulit.
1. Tidur tanpa membersihkan wajah
Setelah seharian menggunakan sunscreen, makeup, atau beraktivitas di luar ruangan, jangan membiasakan diri langsung tidur tanpa membersihkan wajah.
Membersihkan wajah sebelum tidur membantu menghilangkan kotoran dan residu yang menempel sepanjang hari.
2. Menggunakan terlalu banyak bahan aktif
Menggunakan retinol, AHA, BHA, vitamin C, exfoliating toner, dan berbagai serum sekaligus bukan jaminan kulit akan lebih cepat bagus.
Justru risiko iritasi dapat meningkat.
Lebih baik mengenalkan produk secara bertahap dan melihat bagaimana reaksi kulit.
3. Terlalu sering melakukan eksfoliasi
Eksfoliasi memang dapat membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi tidak perlu dilakukan secara berlebihan.
Jika kulit menjadi merah, perih, terasa panas, atau mengelupas berlebihan, rutinitas tersebut mungkin terlalu agresif.
Kulit yang sedang iritasi membutuhkan pendekatan yang lebih lembut.
4. Tidak menggunakan moisturizer karena kulit berminyak
Kulit berminyak tetap membutuhkan kelembapan.
Memilih moisturizer yang ringan dan non-comedogenic dapat menjadi pilihan bagi orang yang mudah berminyak atau berjerawat.
5. Menggosok wajah terlalu kuat
Wajah bukan bagian tubuh yang perlu “disikat” agar bersih.
Gunakan gerakan lembut ketika mencuci wajah.
Scrubbing terlalu keras justru dapat mengiritasi kulit dan memperburuk beberapa masalah kulit.
Apakah kulit berminyak dan kulit kering punya urutan berbeda?
Secara umum, urutan dasarnya tetap sama.
Yang berbeda adalah produk yang digunakan.
Kulit berminyak mungkin lebih cocok dengan cleanser lembut dan moisturizer bertekstur gel atau lotion ringan.
Kulit kering dapat membutuhkan moisturizer yang lebih kaya untuk membantu mengurangi kehilangan air dari kulit.
Sementara kulit sensitif sebaiknya menghindari rutinitas yang terlalu agresif.
Untuk kulit yang mudah berjerawat, produk non-comedogenic dapat membantu mengurangi kemungkinan penyumbatan pori.
Jadi, jangan hanya meniru skincare orang lain.
Perhatikan bagaimana kulit sendiri bereaksi.
Apakah skincare mahal pasti lebih bagus?
Belum tentu.
Harga produk bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah skincare cocok untuk kulit.
Produk sederhana dengan formula yang sesuai dapat lebih bermanfaat daripada produk mahal yang justru menyebabkan iritasi.
Yang paling penting adalah memilih produk sesuai kebutuhan dan menggunakannya secara konsisten.
Dermatolog juga menekankan bahwa rutinitas skincare tidak harus rumit untuk efektif.
Kapan sebaiknya menemui dokter kulit?
Jika kulit mengalami jerawat berat, kemerahan yang menetap, gatal, rasa terbakar, pengelupasan berlebihan, atau masalah pigmentasi yang semakin parah, jangan terus mencoba berbagai produk secara acak.
Kondisi tertentu membutuhkan diagnosis yang tepat.
Begitu juga jika penggunaan skincare menyebabkan reaksi seperti bengkak, ruam luas, atau iritasi berat.
Dokter kulit dapat membantu menentukan apakah masalah tersebut disebabkan oleh produk, kondisi kulit tertentu, alergi, atau faktor lain.
Jadi, skincare malam jam berapa?
Jawaban sederhananya: tidak ada satu jam wajib untuk skincare malam.
Jika aktivitas sudah selesai, wajah sudah tidak akan terkena banyak kotoran atau keringat lagi, maka rutinitas skincare dapat dilakukan.
Bagi orang yang tidur sekitar pukul 22.00, misalnya, skincare bisa dilakukan sekitar pukul 20.30–21.30.
Jika tidur lebih larut, waktunya juga dapat disesuaikan.
Yang terpenting adalah jangan tidur dengan wajah yang masih penuh makeup, sunscreen, minyak, kotoran, atau keringat.
Selain itu, gunakan produk dengan urutan yang tepat.
Cleanser → treatment/serum → moisturizer adalah dasar yang sederhana dan mudah diikuti.
Jika menggunakan retinoid, ikuti petunjuk penggunaan dan perhatikan toleransi kulit.
Kesimpulan
Skincare malam tidak harus dilakukan pada jam tertentu. Waktu terbaik adalah ketika aktivitas hari sudah selesai dan sebelum tidur, sehingga wajah dapat dibersihkan dan mendapatkan perawatan yang sesuai.
Urutan skincare malam yang sederhana dapat dimulai dengan membersihkan makeup dan sunscreen, mencuci wajah menggunakan cleanser lembut, menggunakan treatment atau serum sesuai kebutuhan, kemudian mengunci kelembapan dengan moisturizer.
Retinol atau retinoid dapat menjadi bagian dari rutinitas malam bagi orang yang sesuai, tetapi penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati karena dapat menyebabkan iritasi.
Tidak perlu mengejar rutinitas 10 langkah.
Konsisten, lembut, dan sesuai kebutuhan kulit jauh lebih penting daripada banyaknya produk yang digunakan.
Jadi, jika selama ini masih bingung skincare malam jam berapa, tidak perlu terpaku pada angka di jam.
Pilih waktu yang realistis untuk dilakukan setiap hari, gunakan urutan yang benar, dan berikan kesempatan bagi kulit untuk beradaptasi.
Baca juga artikel ini: NOYA X 80 PROOF PIK 2: Superclub Baru di PIK 2 dengan Standar Hiburan Kelas Dunia