Ingin Makan Praktis? Ini 9 Makanan Siap Saji yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi Rutin
Makanan instan dan siap saji sering mendapat cap sebagai makanan yang tidak sehat. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak selalu benar.
Masalahnya bukan semata-mata pada apakah makanan tersebut praktis atau siap disantap. Kandungan gizi, jumlah garam, gula, lemak, serat, protein, serta ukuran porsinya jauh lebih menentukan kualitas makanan.
Di tengah kesibukan sehari-hari, makanan praktis memang sulit dihindari. Pekerja kantoran, mahasiswa, orang tua, hingga mereka yang memiliki jadwal padat membutuhkan pilihan makanan yang mudah disiapkan tetapi tetap mampu memenuhi kebutuhan tubuh.
Menariknya, tidak semua makanan siap saji identik dengan makanan tinggi kalori, gula, atau garam. Ada sejumlah pilihan praktis yang justru dapat memberikan protein, serat, vitamin, mineral, dan lemak sehat.
Namun, ada satu hal yang perlu diluruskan.
Makanan tersebut bukan otomatis menjadi lebih sehat hanya karena semakin sering dikonsumsi. Yang dimaksud adalah makanan tersebut dapat masuk ke dalam menu harian secara rutin selama porsinya sesuai dan keseluruhan pola makan tetap beragam.
Lantas, apa saja makanan praktis yang bisa menjadi pilihan?
1. Oatmeal Instan Tanpa Banyak Gula Tambahan
Oatmeal menjadi salah satu pilihan sarapan praktis yang mudah ditemukan.
Cukup diseduh dengan air panas atau susu, oatmeal dapat disiapkan dalam waktu singkat. Jenis oatmeal yang minim tambahan gula juga dapat memberikan serat, terutama serat larut yang terdapat secara alami dalam oat.
Serat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini membuat oatmeal dapat menjadi pilihan sarapan bagi orang yang tidak memiliki banyak waktu untuk memasak.
Namun, tidak semua oatmeal instan memiliki komposisi yang sama.
Beberapa produk memiliki tambahan gula, perisa, krimer, atau bahan lain dalam jumlah cukup tinggi.
Karena itu, saat memilih oatmeal instan, perhatikan label kemasan.
Cara membuat oatmeal instan lebih bergizi
Daripada hanya mengandalkan oatmeal dengan rasa manis, tambahkan bahan makanan lain seperti:
- Pisang.
- Apel.
- Pepaya.
- Kacang-kacangan.
- Biji chia.
- Yogurt tanpa gula berlebihan.
- Susu sesuai kebutuhan.
Dengan tambahan tersebut, satu mangkuk oatmeal tidak hanya memberikan karbohidrat, tetapi juga dapat menjadi menu yang lebih lengkap.
2. Sayuran Beku
Sayuran beku sering dianggap kalah sehat dibandingkan sayuran segar.
Padahal, anggapan tersebut tidak selalu tepat.
Sayuran beku umumnya diproses tidak lama setelah dipanen sehingga sebagian kandungan nutrisinya tetap terjaga. Keuntungan lainnya adalah sayuran beku dapat disimpan lebih lama dan tidak membutuhkan banyak waktu untuk persiapan.
Contoh sayuran beku yang mudah digunakan antara lain:
- Brokoli.
- Wortel.
- Kacang polong.
- Jagung.
- Bayam.
- Buncis.
- Campuran sayuran.
Sayuran beku dapat menjadi solusi bagi orang yang jarang memiliki waktu berbelanja sayuran segar setiap hari.
Bagaimana mengolahnya?
Sayuran beku dapat ditumis sebentar, dikukus, direbus, atau dicampurkan ke dalam sup.
Hindari memasaknya dengan terlalu banyak minyak atau saus tinggi garam.
Dengan begitu, makanan tetap praktis tanpa kehilangan tujuan utama untuk mendapatkan asupan sayuran.
3. Buah Potong Tanpa Tambahan Gula
Buah potong atau buah yang sudah dikemas juga bisa menjadi pilihan praktis ketika sedang bepergian atau bekerja.
Buah menyediakan serat, vitamin, mineral, serta berbagai senyawa alami yang mendukung pola makan sehat.
Contohnya:
- Apel.
- Jeruk.
- Pepaya.
- Melon.
- Semangka.
- Jambu biji.
- Pir.
- Nanas.
Namun, ada perbedaan penting antara buah potong dan produk buah yang diberi banyak gula atau sirup.
Jika membeli buah dalam kemasan, perhatikan apakah produk tersebut hanya berupa buah atau sudah ditambahkan sirup, gula, atau bahan pemanis lainnya.
Buah utuh atau buah potong tanpa tambahan gula tetap menjadi pilihan yang lebih sederhana.
4. Telur Rebus Siap Santap
Telur termasuk salah satu makanan yang praktis, murah, dan mudah dikombinasikan dengan berbagai menu.
Telur rebus dapat disiapkan terlebih dahulu sehingga bisa menjadi pilihan sarapan atau tambahan protein ketika waktu memasak terbatas.
Protein dalam telur membantu memenuhi kebutuhan tubuh dan mendukung pemeliharaan jaringan.
Telur juga mengandung berbagai zat gizi seperti vitamin dan mineral.
Cara pengolahannya menjadi hal penting.
Telur rebus tentu berbeda dari telur yang digoreng menggunakan banyak minyak atau kemudian disajikan bersama saus tinggi gula dan garam.
Ide menu sederhana
Telur rebus dapat dipadukan dengan:
- Roti gandum.
- Sayuran.
- Buah.
- Kentang rebus.
- Nasi dalam porsi sesuai kebutuhan.
Dengan kombinasi tersebut, telur dapat menjadi bagian dari menu yang lebih seimbang.
5. Ikan Kaleng dengan Kandungan Garam yang Terkontrol
Makanan kaleng sering dianggap identik dengan makanan tidak sehat.
Padahal, beberapa jenis ikan kaleng dapat menjadi sumber protein yang praktis.
Sarden, tuna, atau jenis ikan lainnya dapat digunakan ketika tidak memiliki banyak waktu untuk memasak.
Ikan juga dikenal sebagai sumber protein dan pada jenis tertentu menyediakan lemak omega-3.
Namun, produk ikan kaleng perlu dipilih dengan lebih teliti.
Perhatikan kandungan natrium dan bahan tambahan pada label.
Jika tersedia, pilih produk dengan kandungan natrium yang lebih rendah.
Selain itu, jangan menjadikan ikan kaleng satu-satunya sumber protein. Variasikan dengan ikan segar, telur, ayam, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
6. Kacang Panggang Tanpa Banyak Garam
Kacang-kacangan dapat menjadi camilan praktis yang mudah dibawa ke kantor, kampus, atau saat bepergian.
Almond, kacang tanah, kacang mete, walnut, dan berbagai jenis kacang lainnya menyediakan protein nabati, lemak tidak jenuh, serat, serta sejumlah vitamin dan mineral.
Namun, produk kacang dalam kemasan tidak semuanya sama.
Ada produk yang mengandung banyak garam, gula, atau lapisan perasa.
Jika ingin menjadikannya camilan rutin, pilih kacang yang:
- Tidak terlalu asin.
- Tidak dilapisi gula.
- Tidak digoreng dengan banyak minyak.
- Tidak mengandung terlalu banyak bahan tambahan.
Tetap perhatikan porsi karena kacang termasuk makanan yang cukup padat energi.
7. Yogurt Plain
Yogurt plain dapat menjadi pilihan praktis untuk sarapan atau camilan.
Produk ini dapat dikonsumsi langsung dari kemasan dan dapat dikombinasikan dengan buah atau oatmeal.
Yogurt juga menyediakan protein serta kalsium.
Namun, yogurt dengan rasa buah tidak selalu sama dengan yogurt plain.
Beberapa produk rasa dapat mengandung gula tambahan cukup tinggi.
Jika ingin mengurangi konsumsi gula tambahan, yogurt tanpa tambahan gula berlebihan dapat menjadi pilihan.
Cara membuat yogurt lebih menarik
Tambahkan:
- Pisang.
- Stroberi.
- Pepaya.
- Oat.
- Kacang.
- Biji chia.
Hindari menambahkan terlalu banyak madu atau sirup jika tujuan utamanya adalah menjaga asupan gula.
8. Roti Gandum Utuh
Roti menjadi salah satu makanan paling praktis untuk sarapan.
Masalahnya, tidak semua roti memiliki kandungan gizi yang sama.
Roti yang menggunakan gandum utuh dapat memberikan serat lebih banyak dibandingkan roti yang sebagian besar menggunakan tepung olahan.
Roti gandum juga mudah dipadukan dengan berbagai sumber protein.
Misalnya:
Roti gandum + telur + sayuran
atau
Roti gandum + selai kacang + pisang.
Kombinasi tersebut dapat menjadi pilihan sarapan yang cepat tanpa harus memasak makanan rumit.
Tetapi, jangan terkecoh dengan label seperti “multigrain” atau “berbiji-bijian”.
Periksa daftar bahan untuk mengetahui apakah produk tersebut memang menggunakan gandum utuh sebagai salah satu bahan utama.
9. Tempe Siap Olah
Tempe mungkin bukan makanan yang langsung terbayang ketika mendengar istilah makanan instan.
Namun, tempe merupakan contoh makanan praktis yang dapat disiapkan dengan cepat dan mudah ditemukan.
Tempe menyediakan protein nabati dan berbagai zat gizi lainnya.
Keunggulan lainnya adalah tempe mudah diolah menjadi berbagai menu.
Tempe dapat dikukus, dipanggang, ditumis, atau dimasak dengan sayuran.
Yang perlu diperhatikan adalah cara memasaknya.
Tempe yang digoreng dengan banyak minyak tentu memiliki karakter gizi berbeda dibandingkan tempe yang dikukus atau dipanggang.
Karena itu, jika ingin menjadikan tempe sebagai menu rutin, variasikan metode pengolahannya.
Mengapa Makanan Praktis Tidak Selalu Buruk?
Kata “instan” sering membuat orang langsung berpikir tentang makanan tinggi garam, gula, atau lemak.
Padahal, praktis dan tidak sehat bukanlah dua istilah yang selalu berhubungan.
Buah potong adalah makanan praktis.
Telur rebus juga praktis.
Oatmeal dapat disiapkan dalam hitungan menit.
Sayuran beku dapat langsung dimasak.
Yogurt bisa dimakan tanpa perlu dimasak.
Kacang dapat langsung dikonsumsi.
Artinya, seseorang tidak harus menghabiskan banyak waktu di dapur untuk mendapatkan makanan yang bergizi.
Yang lebih penting adalah kemampuan memilih.
Apa yang Harus Dilihat Saat Membeli Makanan Siap Saji?
Sebelum memasukkan makanan praktis ke dalam keranjang belanja, jangan hanya melihat gambar pada kemasan.
Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.
1. Periksa kandungan protein
Protein membantu memberikan rasa kenyang dan penting untuk pemeliharaan jaringan tubuh.
Telur, ikan, yogurt, tempe, tahu, dan kacang-kacangan dapat menjadi sumber protein praktis.
2. Perhatikan serat
Serat dapat diperoleh dari sayuran, buah, oat, gandum utuh, dan kacang-kacangan.
Menu praktis yang rendah serat sebaiknya diimbangi dengan makanan sumber serat lainnya.
3. Batasi gula tambahan
Makanan yang tampak sehat belum tentu rendah gula.
Periksa label, terutama pada oatmeal rasa, yogurt, sereal, minuman kemasan, dan camilan.
4. Perhatikan natrium
Makanan siap saji dan makanan kemasan tertentu dapat mengandung natrium cukup tinggi.
Jika dikonsumsi terlalu sering, asupan natrium yang tinggi dapat menjadi masalah bagi kesehatan, terutama pada orang yang perlu mengontrol tekanan darah.
5. Lihat ukuran porsi
Label gizi biasanya mencantumkan informasi berdasarkan ukuran sajian tertentu.
Jangan sampai satu kemasan dianggap sebagai satu porsi jika sebenarnya mengandung beberapa porsi.
Tidak Semua Makanan Instan Harus Dihindari
Ada anggapan bahwa makanan instan selalu buruk.
Padahal, istilah “instan” atau “siap saji” sangat luas.
Mi instan, misalnya, memang dapat mengandung natrium cukup tinggi dan tidak seharusnya menjadi satu-satunya menu utama setiap hari.
Namun, oatmeal instan tanpa banyak gula memiliki karakter berbeda.
Begitu pula dengan sayuran beku, buah potong, yogurt plain, telur rebus, kacang tanpa banyak garam, dan ikan kaleng dengan kandungan natrium yang lebih terkendali.
Jadi, jangan menilai makanan hanya dari apakah makanan tersebut instan atau tidak.
Lihat keseluruhan komposisinya.
Apakah Makanan Siap Saji Boleh Dikonsumsi Setiap Hari?
Boleh, selama makanan tersebut merupakan bagian dari pola makan yang seimbang dan porsinya sesuai.
Namun, bukan berarti seseorang harus mengonsumsi satu makanan yang sama setiap hari.
Tubuh membutuhkan berbagai zat gizi yang berasal dari beragam sumber makanan.
Karena itu, prinsip yang lebih baik adalah variasi.
Hari ini sarapan oatmeal dengan pisang.
Besok roti gandum dengan telur.
Hari berikutnya yogurt plain dengan buah dan kacang.
Untuk makan siang, bisa menggunakan nasi dengan ikan dan sayuran.
Dengan variasi tersebut, menu tetap praktis tetapi tidak monoton.
Contoh Menu Praktis untuk Orang Sibuk
Jika Anda bekerja dari pagi hingga sore, berikut beberapa contoh kombinasi sederhana.
Menu 1: Sarapan cepat
- Oatmeal tanpa banyak gula.
- Pisang.
- Telur rebus.
- Air putih.
Menu 2: Sarapan tanpa memasak lama
- Roti gandum utuh.
- Telur rebus.
- Buah potong.
- Susu atau minuman tanpa tambahan gula berlebihan.
Menu 3: Camilan di kantor
- Kacang tanpa banyak garam.
- Buah utuh.
- Air putih.
Menu 4: Makan siang praktis
- Nasi.
- Ikan kaleng rendah natrium atau ikan yang sudah dimasak.
- Sayuran beku yang ditumis ringan.
Menu 5: Camilan sore
- Yogurt plain.
- Buah.
- Sedikit kacang.
Menu-menu tersebut tidak harus diikuti persis.
Yang penting adalah memahami prinsipnya: gabungkan karbohidrat, protein, sayuran atau buah, serta sumber lemak sehat dalam jumlah yang sesuai.
Bagaimana dengan Makanan Beku?
Makanan beku tidak otomatis tidak sehat.
Sayuran beku justru dapat menjadi solusi ketika sayuran segar sulit diperoleh atau tidak sempat dibeli setiap hari.
Namun, makanan beku siap santap perlu diperiksa lebih teliti.
Nugget, kentang goreng beku, pizza beku, dan makanan beku berbentuk olahan lainnya dapat memiliki kandungan garam, lemak, atau kalori yang cukup tinggi.
Jadi, istilah “frozen” bukan ukuran apakah makanan itu sehat atau tidak.
Komposisi makanan tetap menjadi penentu utama.
Cara Membuat Makanan Instan Lebih Sehat
Jika Anda tetap ingin mengonsumsi makanan instan tertentu, ada cara sederhana untuk meningkatkan kualitas menunya.
Misalnya, ketika membuat mi instan, jangan hanya mengandalkan mi dan bumbu.
Tambahkan:
- Telur.
- Sawi.
- Wortel.
- Brokoli.
- Tahu.
- Ayam.
- Jamur.
Jumlah bumbu juga dapat disesuaikan untuk membantu mengurangi asupan natrium.
Dengan begitu, menu menjadi lebih lengkap dibandingkan hanya mengonsumsi mi dengan bumbu.
Namun, tetap perhatikan frekuensinya.
Menambahkan sayuran tidak otomatis mengubah makanan tinggi natrium menjadi makanan yang bebas risiko.
Prinsip “Sering Dikonsumsi” Perlu Dipahami dengan Benar
Judul artikel ini menggunakan istilah “semakin sehat jika sering dikonsumsi” sebagai gambaran bahwa beberapa makanan praktis dapat menjadi pilihan yang baik untuk menu rutin.
Namun, secara nutrisi, tidak ada alasan untuk menganggap suatu makanan otomatis semakin sehat hanya karena semakin sering dimakan.
Kesehatan ditentukan oleh pola makan secara keseluruhan.
Misalnya, makan oatmeal setiap hari dapat menjadi pilihan yang baik jika porsinya sesuai dan dikombinasikan dengan sumber protein serta buah.
Tetapi jika seseorang hanya makan oatmeal tanpa variasi makanan lain, pola tersebut tentu tidak ideal.
Hal yang sama berlaku untuk telur, roti gandum, yogurt, kacang, atau makanan lainnya.
Kunci utamanya adalah variasi, keseimbangan, kualitas bahan, dan porsi.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memilih Makanan Praktis
Ada beberapa kesalahan yang sering terjadi.
Hanya melihat tulisan “healthy”
Label “healthy”, “natural”, atau “multigrain” pada kemasan belum cukup untuk menentukan kualitas produk.
Selalu lihat informasi gizi dan daftar bahan.
Mengabaikan ukuran porsi
Satu kemasan belum tentu berarti satu porsi.
Jika tidak memperhatikan hal tersebut, jumlah kalori, gula, garam, atau lemak yang dikonsumsi bisa lebih banyak dari perkiraan.
Menganggap semua makanan rendah kalori pasti sehat
Kalori memang penting, tetapi kualitas makanan juga perlu diperhatikan.
Tubuh membutuhkan protein, serat, vitamin, mineral, serta berbagai zat gizi lainnya.
Mengonsumsi makanan praktis tanpa sayur dan buah
Makanan praktis akan lebih baik jika dilengkapi dengan sayuran atau buah.
Tidak harus rumit.
Menambahkan satu buah saat sarapan atau satu porsi sayuran ketika makan siang sudah merupakan langkah sederhana.
Jadi, Makanan Instan Mana yang Layak Dipilih?
Jika mencari makanan praktis untuk menu sehari-hari, beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah:
Oatmeal instan rendah gula untuk sumber karbohidrat dan serat.
Sayuran beku untuk memperbanyak asupan sayuran tanpa proses persiapan yang rumit.
Buah potong tanpa gula tambahan sebagai camilan.
Telur rebus sebagai sumber protein praktis.
Ikan kaleng dengan natrium lebih rendah sebagai alternatif sumber protein.
Kacang tanpa banyak garam sebagai camilan yang mengandung protein, serat, dan lemak tidak jenuh.
Yogurt plain sebagai sumber protein dan kalsium.
Roti gandum utuh sebagai pilihan karbohidrat yang lebih kaya serat.
Tempe sebagai sumber protein nabati yang mudah diolah.
Semua pilihan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi kesehatan, alergi, dan pola makan masing-masing.
Kesimpulan
Tidak semua makanan instan atau siap saji harus dianggap buruk. Beberapa makanan praktis seperti oatmeal rendah gula, sayuran beku, buah potong tanpa tambahan gula, telur rebus, ikan kaleng dengan kandungan natrium yang lebih rendah, kacang tanpa banyak garam, yogurt plain, roti gandum utuh, dan tempe dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
Namun, bukan berarti makanan tersebut otomatis semakin sehat hanya karena sering dikonsumsi.
Kuncinya tetap berada pada kualitas bahan, kandungan gizi, ukuran porsi, cara pengolahan, dan variasi makanan.
Daripada memusuhi semua makanan instan, lebih baik belajar membaca label dan membedakan mana makanan praktis yang kaya nutrisi dan mana yang sebaiknya dibatasi.
Bagi orang yang memiliki kesibukan tinggi, makanan sehat tidak harus selalu mahal atau membutuhkan waktu lama untuk disiapkan.
Dengan sedikit perencanaan, makanan praktis pun dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih seimbang.
FAQ Makanan Siap Saji dan Makanan Instan
Apakah semua makanan instan tidak sehat?
Tidak. Istilah makanan instan sangat luas. Beberapa makanan instan dapat memiliki kandungan gizi yang baik, tetapi tetap perlu memperhatikan gula, garam, lemak, serat, protein, dan ukuran porsinya.
Apa makanan instan yang cukup baik untuk sarapan?
Oatmeal rendah gula, roti gandum utuh, telur rebus, yogurt plain, dan buah dapat menjadi beberapa pilihan praktis untuk sarapan.
Apakah oatmeal instan boleh dimakan setiap hari?
Bisa menjadi bagian dari menu rutin jika produk yang dipilih tidak tinggi gula tambahan dan dikombinasikan dengan makanan lain seperti buah, kacang, atau sumber protein.
Apakah sayuran beku sama sehatnya dengan sayuran segar?
Sayuran beku tetap dapat menjadi sumber nutrisi yang baik dan praktis. Yang perlu diperhatikan adalah memilih produk yang tidak memiliki tambahan saus, garam, atau bahan lain secara berlebihan.
Apakah ikan kaleng sehat?
Beberapa ikan kaleng dapat menjadi sumber protein yang praktis. Periksa kandungan natrium dan pilih produk dengan komposisi yang lebih sederhana bila tersedia.
Apakah makanan siap saji boleh dikonsumsi setiap hari?
Tergantung jenis makanannya. Makanan praktis seperti buah, sayuran, oatmeal, yogurt, telur, atau kacang dapat masuk ke dalam pola makan rutin. Namun, makanan ultra-proses yang tinggi gula, garam, atau lemak sebaiknya tidak mendominasi menu harian.
Apakah makanan sehat boleh dimakan dalam jumlah banyak?
Tidak selalu. Bahkan makanan sehat tetap mengandung kalori dan zat gizi yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Porsi dan keseimbangan tetap penting.
Baca juga artikel ini: NOYA X 80 PROOF PIK 2: Superclub Baru di PIK 2 dengan Standar Hiburan Kelas Dunia