Kenali Sejak Dini, Ini Gejala dan Penyebab Masalah Prostat pada Pria
Masalah prostat menjadi salah satu gangguan kesehatan yang perlu diperhatikan oleh laki-laki, terutama ketika usia bertambah. Keluhannya sering kali muncul secara perlahan dan dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan.
Padahal, perubahan pada pola buang air kecil, sering terbangun pada malam hari untuk kencing, aliran urine melemah, atau sulit memulai kencing bisa menjadi tanda adanya masalah pada prostat.
Prostat sendiri merupakan kelenjar kecil pada sistem reproduksi pria. Letaknya berada tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi bagian awal uretra, yaitu saluran yang membawa urine keluar dari tubuh. Karena posisinya dekat dengan saluran urine, perubahan pada prostat dapat memengaruhi proses buang air kecil.
Namun, istilah “penyakit prostat” tidak merujuk pada satu penyakit saja. Beberapa masalah yang umum meliputi prostatitis atau peradangan prostat, pembesaran prostat jinak atau BPH, serta kanker prostat. Masing-masing memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda.
Lantas, apa saja gejala dan penyebab penyakit prostat yang perlu diketahui laki-laki?
1. Sering Buang Air Kecil, Terutama pada Malam Hari
Salah satu tanda yang cukup sering muncul pada masalah prostat adalah frekuensi buang air kecil yang meningkat.
Seorang pria mungkin merasa lebih sering ingin ke toilet dibandingkan biasanya. Bahkan, tidur malam dapat terganggu karena harus bangun berkali-kali untuk buang air kecil.
Kondisi ini dikenal sebagai nokturia.
Pada pembesaran prostat jinak, jaringan prostat yang membesar dapat menekan uretra sehingga aliran urine menjadi kurang lancar. Kandung kemih kemudian harus bekerja lebih keras untuk mengeluarkan urine.
Meski demikian, sering kencing tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit prostat. Infeksi saluran kemih, gangguan kandung kemih, diabetes, obat-obatan tertentu, serta kondisi lain juga dapat menyebabkan keluhan serupa.
Karena itu, frekuensi buang air kecil yang berubah secara menetap sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai akibat usia.
2. Aliran Urine Menjadi Lemah
Pernah merasa aliran urine tidak sederas sebelumnya?
Urine mungkin keluar lebih lambat, terputus-putus, atau membutuhkan waktu lebih lama sampai kandung kemih terasa kosong.
Keluhan tersebut termasuk gejala saluran kemih bagian bawah yang dapat muncul pada pembesaran prostat.
Ketika prostat membesar dan menekan uretra, ruang untuk aliran urine dapat menjadi lebih sempit. Akibatnya, kandung kemih membutuhkan tenaga lebih besar untuk mendorong urine keluar.
Namun, kekuatan aliran urine tidak bisa digunakan sendirian untuk memastikan seseorang mengalami pembesaran prostat. Pemeriksaan diperlukan untuk mencari penyebab sebenarnya.
3. Sulit Memulai Buang Air Kecil
Gejala berikutnya adalah kesulitan memulai aliran urine.
Seorang pria mungkin sudah merasa ingin buang air kecil, tetapi urine tidak langsung keluar. Ia harus menunggu beberapa saat sebelum alirannya dimulai.
Keluhan ini disebut hesitansi urine.
Pada pembesaran prostat, penyempitan uretra dapat membuat proses pengeluaran urine menjadi lebih sulit. Gejala seperti sulit memulai kencing, aliran lemah, terputus-putus, dan urine menetes di akhir kencing dapat muncul bersamaan.
Jika kondisi ini semakin sering terjadi, jangan hanya mengurangi minum agar tidak terlalu sering ke toilet. Justru penting mencari tahu apa penyebab gangguan tersebut.
4. Urine Menetes Setelah Selesai Kencing
Sebagian pria mungkin mengalami urine yang masih menetes beberapa saat setelah merasa selesai buang air kecil.
Kondisi tersebut dikenal sebagai post-void dribbling.
Gejala ini dapat muncul bersama masalah aliran urine lainnya pada gangguan prostat, tetapi tidak selalu berarti prostat menjadi penyebab utamanya.
Jika keluhan terus terjadi, terutama bersamaan dengan aliran urine yang melemah atau sulit mengosongkan kandung kemih, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebabnya.
5. Merasa Kandung Kemih Belum Kosong
Setelah buang air kecil, seharusnya kandung kemih terasa lebih lega.
Namun, pada sebagian pria dengan gangguan saluran kemih, muncul sensasi seolah-olah urine masih tersisa.
Pembesaran prostat dapat menyebabkan pengosongan kandung kemih menjadi tidak optimal. Dalam kondisi tertentu, urine dapat tertahan di kandung kemih atau disebut retensi urine.
Jika kondisi ini berlangsung terus, jangan diabaikan.
Retensi urine dapat menimbulkan komplikasi seperti infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, dan pada kasus tertentu dapat berkaitan dengan gangguan pada ginjal.
6. Nyeri atau Rasa Terbakar Saat Buang Air Kecil
Tidak semua masalah prostat menyebabkan nyeri. Namun, pada prostatitis, yaitu peradangan prostat, rasa sakit atau terbakar ketika buang air kecil dapat menjadi salah satu gejalanya.
Keluhan juga dapat disertai rasa tidak nyaman di area panggul, penis, skrotum, perut bagian bawah, atau punggung bawah. Pada beberapa pria, rasa sakit dapat muncul ketika atau setelah ejakulasi.
Prostatitis memiliki beberapa jenis.
Ada prostatitis yang berkaitan dengan infeksi bakteri, tetapi ada pula bentuk kronis yang penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui.
Karena itu, nyeri ketika buang air kecil tidak boleh langsung dianggap sebagai “masuk angin”, terutama jika keluhan berulang atau semakin berat.
7. Nyeri di Area Panggul, Selangkangan, atau Punggung Bawah
Masalah prostat tertentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di sekitar panggul.
Pada prostatitis kronis atau sindrom nyeri panggul kronis, rasa sakit dapat dirasakan di antara skrotum dan anus, perut bagian bawah, penis, skrotum, atau punggung bawah. Keluhan bisa datang dan pergi atau berlangsung dalam waktu lama.
Lokasi nyeri saja tidak cukup untuk menentukan penyebabnya.
Area panggul dan punggung bawah memiliki banyak struktur, sehingga masalah pada otot, saraf, saluran kemih, usus, maupun organ reproduksi juga dapat menimbulkan keluhan serupa.
8. Nyeri Saat atau Setelah Ejakulasi
Gangguan prostat tertentu juga dapat memengaruhi aktivitas seksual.
Pada prostatitis kronis, misalnya, rasa sakit ketika atau setelah ejakulasi termasuk gejala yang dapat terjadi.
Banyak pria mungkin merasa malu membicarakan keluhan tersebut. Padahal, informasi mengenai nyeri saat ejakulasi justru dapat membantu dokter menentukan pemeriksaan yang tepat.
Jika keluhan muncul berulang kali, jangan hanya mengandalkan obat bebas tanpa mengetahui penyebabnya.
9. Demam dan Menggigil
Demam dan menggigil lebih perlu diperhatikan karena dapat muncul pada prostatitis bakteri akut.
Berbeda dengan beberapa masalah prostat yang berkembang perlahan, prostatitis bakteri akut dapat menyebabkan gejala yang muncul tiba-tiba dan terasa berat.
Keluhannya dapat berupa demam, menggigil, badan terasa sakit, nyeri ketika buang air kecil, nyeri pada area genital atau perut bagian bawah, serta kesulitan mengeluarkan urine.
Jika gejala seperti ini muncul, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Jangan menunggu sampai kondisi semakin berat.
10. Darah dalam Urine
Munculnya darah dalam urine atau hematuria bukan gejala yang sebaiknya dianggap sepele.
Darah dalam urine dapat berkaitan dengan berbagai kondisi, termasuk masalah pada saluran kemih, infeksi, batu, maupun gangguan prostat tertentu.
Karena penyebabnya beragam, darah dalam urine membutuhkan penilaian tenaga kesehatan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui dari mana darah berasal dan apa penyebabnya.
Jika melihat urine berwarna merah, merah muda, atau kecokelatan dan dicurigai mengandung darah, jangan mencoba menebak penyebabnya sendiri.
Apa Penyebab Penyakit Prostat pada Laki-Laki?
Penyebabnya bergantung pada jenis masalah prostat yang dialami.
Tidak semua penyakit prostat memiliki penyebab yang sama.
1. Faktor Usia
Usia menjadi salah satu faktor yang sangat berkaitan dengan pembesaran prostat jinak.
BPH merupakan masalah prostat yang lebih sering ditemukan pada pria berusia di atas 50 tahun. Perubahan yang berkaitan dengan proses penuaan dan perubahan kadar hormon diduga ikut berperan dalam perkembangan kondisi tersebut.
Namun, bertambahnya usia tidak berarti setiap pria pasti mengalami gangguan prostat.
Ada pria yang memiliki pembesaran prostat tetapi hampir tidak mengalami gejala, sementara pria lain dengan pembesaran yang tidak terlalu besar dapat mengalami gangguan buang air kecil yang cukup mengganggu.
2. Perubahan Hormon
Perubahan keseimbangan hormon laki-laki seiring bertambahnya usia diduga memiliki peran dalam perkembangan pembesaran prostat.
Prostat dapat mengalami perubahan ukuran sepanjang kehidupan pria. Pertumbuhan prostat yang berlebihan kemudian dapat menimbulkan tekanan pada uretra dan menyebabkan gangguan aliran urine.
3. Infeksi Bakteri
Pada prostatitis bakteri, penyebab utamanya adalah infeksi bakteri.
Bakteri dapat berpindah dari saluran kemih menuju prostat dan menyebabkan peradangan. Infeksi saluran kemih tertentu juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami prostatitis bakteri.
Prostatitis bakteri akut biasanya berkembang secara tiba-tiba, sedangkan prostatitis bakteri kronis dapat berlangsung lebih lama dan gejalanya bisa berulang.
4. Riwayat Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih berulang dapat berkaitan dengan beberapa bentuk prostatitis.
Karena itu, pria yang sering mengalami keluhan ketika buang air kecil sebaiknya tidak hanya mengobati gejalanya tanpa mengetahui penyebab.
Pemeriksaan urine dapat membantu dokter menilai apakah terdapat infeksi atau masalah lain pada saluran kemih.
5. Faktor Keturunan
Riwayat keluarga juga dapat memengaruhi kemungkinan seseorang mengalami pembesaran prostat.
Pria yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat BPH dapat memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat tersebut.
Karena itu, informasi mengenai riwayat kesehatan keluarga sebaiknya disampaikan ketika berkonsultasi dengan dokter.
Apakah Pembesaran Prostat Sama dengan Kanker Prostat?
Tidak sama.
Ini merupakan hal penting yang perlu dipahami.
Pembesaran prostat jinak atau BPH adalah kondisi ketika prostat membesar dan pertumbuhannya bukan disebabkan oleh kanker.
Sementara itu, kanker prostat merupakan jenis kanker yang berasal dari jaringan prostat.
Masalahnya, beberapa gejala saluran kemih dapat muncul pada berbagai kondisi sehingga seseorang tidak bisa menentukan sendiri apakah keluhannya disebabkan BPH, prostatitis, atau masalah lain hanya berdasarkan gejala.
Bahkan, kanker prostat pada tahap tertentu dapat tidak menimbulkan gejala yang jelas.
Karena itu, pemeriksaan medis menjadi penting ketika muncul keluhan yang menetap atau terdapat faktor risiko tertentu.
Apakah Semua Masalah Prostat Menyebabkan Sulit Kencing?
Tidak selalu.
Gangguan buang air kecil memang menjadi salah satu kelompok gejala yang umum pada masalah prostat, tetapi keluhan dan tingkat keparahannya berbeda-beda.
Pada BPH, misalnya, gejala dapat berupa sulit memulai kencing, aliran urine lemah, sering kencing, rasa ingin kencing mendesak, dan sering terbangun pada malam hari.
Sementara prostatitis dapat menimbulkan kombinasi gangguan urine dan nyeri, bahkan dapat disertai demam atau menggigil jika disebabkan infeksi bakteri akut.
Karena itu, pola gejala sangat penting ketika dokter melakukan penilaian.
Bagaimana Dokter Mengetahui Ada Masalah Prostat?
Diagnosis tidak cukup dilakukan hanya berdasarkan satu gejala.
Dokter dapat menanyakan riwayat kesehatan, pola buang air kecil, keluhan seksual, riwayat keluarga, obat yang dikonsumsi, serta melakukan pemeriksaan fisik.
Pemeriksaan tertentu juga dapat dilakukan sesuai kebutuhan, seperti pemeriksaan urine, darah, pemeriksaan prostat melalui dubur atau digital rectal examination (DRE), pemeriksaan PSA, ultrasonografi, dan pemeriksaan lainnya.
PSA merupakan protein yang diproduksi oleh prostat dan dapat diukur melalui pemeriksaan darah. Namun, kadar PSA yang meningkat tidak otomatis berarti seseorang mengalami kanker prostat karena kondisi seperti BPH dan prostatitis juga dapat meningkatkan PSA.
Itulah sebabnya hasil pemeriksaan perlu dinilai bersama kondisi dan pemeriksaan lain oleh tenaga kesehatan.
Kapan Pria Harus Segera Memeriksakan Diri?
Tidak perlu menunggu sampai gejala menjadi sangat berat.
Pria sebaiknya berkonsultasi jika mengalami:
- Aliran urine terus melemah.
- Sulit memulai buang air kecil.
- Sering terbangun pada malam hari untuk kencing.
- Urine sering menetes setelah selesai kencing.
- Merasa kandung kemih tidak kosong.
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
- Nyeri di panggul, penis, skrotum, atau punggung bawah.
- Nyeri ketika atau setelah ejakulasi.
- Darah dalam urine.
- Keluhan buang air kecil yang semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jika tidak bisa buang air kecil sama sekali, kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera. Demikian pula jika sulit atau nyeri buang air kecil disertai demam dan menggigil, atau terdapat darah dalam urine.
Jangan Menunggu Sampai Gejala Semakin Berat
Masalah prostat sering kali berkembang secara perlahan. Karena itu, sebagian pria mungkin terbiasa dengan perubahan kecil seperti lebih sering kencing atau aliran urine yang semakin lemah.
Padahal, perubahan tersebut layak diperhatikan.
Semakin cepat penyebab keluhan diketahui, semakin mudah dokter menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Yang juga perlu diingat, tidak semua keluhan buang air kecil pada pria berarti penyakit prostat. Infeksi saluran kemih, gangguan kandung kemih, obat-obatan, dan kondisi lain dapat memberikan gejala yang mirip.
Karena itu, hindari mendiagnosis diri sendiri hanya berdasarkan artikel di internet.
Kesimpulan
Gejala dan penyebab penyakit prostat pada laki-laki dapat sangat beragam, tergantung pada jenis masalah yang terjadi.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain sering buang air kecil, terutama pada malam hari, aliran urine melemah, sulit memulai kencing, urine menetes setelah buang air kecil, merasa kandung kemih belum kosong, nyeri ketika buang air kecil, nyeri di area panggul, serta gangguan tertentu ketika ejakulasi.
Penyebabnya juga tidak tunggal. Pembesaran prostat jinak berkaitan erat dengan usia dan perubahan hormonal, sedangkan prostatitis dapat disebabkan infeksi bakteri atau faktor lain yang belum sepenuhnya dipahami. Di sisi lain, kanker prostat merupakan kondisi yang berbeda dan membutuhkan evaluasi medis tersendiri.
Karena gejala berbagai masalah prostat dapat saling menyerupai, pemeriksaan dokter merupakan cara yang lebih tepat untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Jangan anggap perubahan pola buang air kecil sebagai hal yang pasti normal karena usia. Jika keluhan menetap, semakin berat, atau disertai darah dalam urine, demam, nyeri hebat, maupun tidak bisa buang air kecil, segera cari pertolongan medis.
Catatan: Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan diagnosis atau pemeriksaan dokter. Keluhan prostat dapat memiliki penyebab yang berbeda sehingga penanganannya harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan.
Baca juga artikel ini: NOYA X 80 PROOF PIK 2: Superclub Baru di PIK 2 dengan Standar Hiburan Kelas Dunia